Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku bullying pada peserta didik sekolah dasar, khususnya di kelas rendah, yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model penanganan bullying di SDN 27 Mataram, mengidentifikasi model yang paling dominan digunakan, serta mengetahui tantangan yang dihadapi guru dalam menangani bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan bullying dilakukan melalui Multidimensional Model of Coping, Restorative Justice, dan Whole-School Approach. Model yang paling dominan diterapkan adalah Whole-School Approach karena efektif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Adapun tantangan yang dihadapi guru meliputi rendahnya kesadaran peserta didik terhadap dampak bullying, anggapan bahwa bullying hanya candaan, keterbatasan pengawasan, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua
Copyrights © 2026