Pendidikan anak usia dini memerlukan kegiatan belajar yang konkret dan bermakna untuk menstimulasi perkembangan secara menyeluruh. Kegiatan kolase berkelompok berpotensi mengembangkan keterampilan motorik halus dan sosial secara bersamaan, namun penelitian yang menggabungkan kedua aspek tersebut pada anak usia 3-4 tahun masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan sosial dan motorik halus melalui kegiatan kolase berkelompok pada anak usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Aisyiyah Kisaran, Kabupaten Asahan. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain refleksi praktik pembelajaran (reflective practice) digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah 18 anak kelas Sakura pada minggu ke-8 Semester I tanggal 20 Agustus 2025, tema "Lingkunganku" subtema "Rumahku Istanaku". Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan refleksi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil menunjukkan bahwa 12 dari 18 anak mampu mengenal komponen rumah, bekerja dalam kelompok kecil, serta menempel potongan kertas sesuai pola. Anak mulai menunjukkan keterampilan sosial dasar seperti berbagi alat, bergiliran, dan berkomunikasi dengan teman. Kegiatan kolase berkelompok memberikan pengalaman belajar konkret yang mendukung perkembangan sosial dan motorik halus anak usia dini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan bermain kooperatif berbasis media konkret efektif untuk pembelajaran anak usia dini dan dapat menjadi alternatif inovatif bagi pendidik.
Copyrights © 2026