Khusnatul Mawaddah
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Refleksi Praktik Literasi Gembira pada Anak PAUD Khusnatul Mawaddah; Linda Apriliasari; Daroe Iswatiningsih
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.480

Abstract

Meluasnya pemanfaatan gawai pada anak usia dini membawa dampak berarti bagi pertumbuhan bahasa Indonesia mereka. Pengamatan di lembaga pendidikan anak usia dini At-Taqwa Bojonegoro menunjukkan bahwa anak-anak cenderung menyerap kosakata pergaulan dari media sosial, mengalami kesulitan merangkai kalimat utuh, serta memperlihatkan daya simak yang menyusut saat dibacakan dongeng. Kajian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan program "Literasi Gembira" sebagai upaya penanganan kendala kebahasaan tersebut sepanjang tahun ajaran 2025-2026. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengamatan partisipatif sebagai teknik pokok, dilengkapi catatan lapangan harian dan pendokumentasian kegiatan. Program ini berisi pembacaan buku lima menit setiap pagi di ruang terbuka, permainan tebak gambar, serta pelibatan orang tua melalui kegiatan Pertemuan Orang Tua, peminjaman buku mingguan di Taman Bacaan Masyarakat sekolah, penganugerahan apresiasi, dan perlombaan mendongeng bersama orang tua. Temuan memperlihatkan bahwa program sederhana yang dijalankan secara ajek ini berhasil memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia anak, meningkatkan kecakapan menyusun kalimat teratur, menumbuhkan kegemaran membaca, serta menguatkan rasa percaya diri bertutur. Hasil ini menegaskan pentingnya penyediaan lingkungan berbahasa yang subur, interaksi lisan timbal balik, dan kemitraan sekolah dengan keluarga dalam memupuk kecakapan membaca permulaan pada zaman digital
EKSPLORASI LINGKUNGAN ALAM UNTUK KESADARAN EKOLOGIS ANAK USIA DINI Khusnatul Mawaddah; Octavina Rizky Utami Putri
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.500

Abstract

Pendidikan lingkungan sejak usia dini merupakan fondasi kesadaran ekologis, namun kesenjangan interaksi anak dengan alam dan minimnya program eksplorasi lingkungan alam sekitar di PAUD masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksplorasi konsep lingkungan hidup di lingkungan alam sekitar pada anak usia dini melalui pendekatan bermain dan eksplorasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan observasi partisipatif terhadap 15 anak usia 5–6 tahun selama delapan minggu. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan anekdotal, lalu dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan kemampuan observasi anak meningkat dari global ke analitis-hipotetis, pengetahuan komponen lingkungan meluas dari 2–3 menjadi 7–8 komponen dengan pemahaman keterkaitan ekologis, serta keterampilan interaksi berkembang pada kemandirian motorik, inkuiri kritis, kerja sama, dan sikap peduli lingkungan. Variasi individual teramati pada tiga anak yang memerlukan prompting lebih panjang. Implikasi menegaskan perlunya integrasi pembelajaran berbasis alam dalam kurikulum PAUD, pemanfaatan potensi geografis lokal, dan kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan Kolase Berkelompok untuk Meningkatkan Sosial dan Motorik Halus Anak KB Aisyiyah Kisaran Asahan Elfa Yuliana Nasution; Daroe Iswatiningsih; Khusnatul Mawaddah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.678

Abstract

Pendidikan anak usia dini memerlukan kegiatan belajar yang konkret dan bermakna untuk menstimulasi perkembangan secara menyeluruh. Kegiatan kolase berkelompok berpotensi mengembangkan keterampilan motorik halus dan sosial secara bersamaan, namun penelitian yang menggabungkan kedua aspek tersebut pada anak usia 3-4 tahun masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan sosial dan motorik halus melalui kegiatan kolase berkelompok pada anak usia 3-4 tahun di Kelompok Bermain Aisyiyah Kisaran, Kabupaten Asahan. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain refleksi praktik pembelajaran (reflective practice) digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah 18 anak kelas Sakura pada minggu ke-8 Semester I tanggal 20 Agustus 2025, tema "Lingkunganku" subtema "Rumahku Istanaku". Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan refleksi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil menunjukkan bahwa 12 dari 18 anak mampu mengenal komponen rumah, bekerja dalam kelompok kecil, serta menempel potongan kertas sesuai pola. Anak mulai menunjukkan keterampilan sosial dasar seperti berbagi alat, bergiliran, dan berkomunikasi dengan teman. Kegiatan kolase berkelompok memberikan pengalaman belajar konkret yang mendukung perkembangan sosial dan motorik halus anak usia dini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan bermain kooperatif berbasis media konkret efektif untuk pembelajaran anak usia dini dan dapat menjadi alternatif inovatif bagi pendidik.
AUTHENTIC LEARNING THROUGH A MARKET DAY PROGRAM IN KINDERGARTEN: ITS IMPACT ON CHILDREN’S INDEPENDENCE AND SELF-REGULATION Khusnatul Mawaddah; Dyah Worowirastri Ekowati; Mohammad Syahri
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 2 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i2.8604

Abstract

Purpose – This study evaluates the Market Day program at TK ABA Percontohan, Bojonegoro Regency, as an authentic learning strategy to foster independence in early childhood using a CIPP-based evaluation framework.Methodology – The study used a qualitative approach. Participants were selected purposively and involved 27 respondents: the principal (n=1), teachers (n=4), and parents/guardians (n=5), while 17 children were observed as research subjects without being interviewed. Data were collected through structured observations during Market Day, semi-structured interviews, and document analysis. Data analysis followed an interactive process of reduction/coding, data display, and drawing and verifying conclusions through source and method triangulation.Findings – Market Day functioned as an authentic learning activity that stimulated children's life skills, including early financial literacy, confidence in social interaction, decision-making based on their allowance, responsibility for their goods and sales booth, and emotional self-regulation (waiting in line, being patient, and accepting consequences). The main challenges were money, numeracy skills—especially when calculating and giving change—differences in children's confidence and communication, queue discipline, and inconsistent parental involvement and product standards. These findings suggest the need for stronger scaffolding to support money-related numeracy.Contribution – This study contributes by providing a holistic CIPP-based evaluation of Market Day, formulating observable indicators of children’s independence in authentic transaction settings, and offering practical recommendations to strengthen scaffolding and program quality in kindergarten and similar early childhood education contexts.
INTERACTIVE DIGITAL BOARD IN EARLY CHILDHOOD: ENHANCING NUMERACY, GRAPHOMOTOR SKILLS, COLLABORATION, AND CHARACTER Khusnatul Mawaddah; Harisma Fatihatul Hayyu; Elfa Yuliana Nasution; Ria Arista Asih; Erna Yayuk; Beti Istanti Suwandayani; Arina Restian
El Midad Vol. 18 No. 2 (2026): El-Midad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v18i2.14809

Abstract

This study examines how the pedagogical implementation of an Interactive Digital Board (IDB) enhances the integrated development of numeracy, graphomotor skills, collaboration, and character in early childhood education. Graphomotor skills in this study refer to fine motor abilities related to early writing activities, including tracing, drawing, and symbol formation. Employing a qualitative descriptive case study design, the research was conducted in a natural classroom setting at PAUD At-Taqwa, Bojonegoro, involving 15 children aged 4–6 years and two teachers. Data were collected through non-participant observation and documentation of IDB-integrated thematic learning activities. The findings reveal four key outcomes: (1) IDB-mediated activities effectively bridge concrete and abstract numerical understanding; (2) stylus-based interaction supports the development of graphomotor control through repetitive and error-tolerant practice; (3) multi-touch features facilitate peer interaction, negotiation, and collaborative problem-solving; and (4) the implementation of the “queue technique” (Teknik Antre) promotes patience, discipline, and honesty. This study contributes to the literature by providing empirical evidence of a holistic pedagogical approach that integrates multiple developmental domains through a single digital learning medium. In practice, the findings highlight the importance of context-sensitive and teacher-designed strategies for optimising the use of digital technology, particularly in resource-limited early childhood classrooms