Banjir pasang atau banjir rob merupakan fenomena yang umum terjadi di wilayah pesisir akibat pemanfaatan dan pengelolaan kawasan yang mengabaikan daya dukung lingkungan serta dipengaruhi perubahan iklim. Banjir rob dapat mengganggu aktivitas perkotaan, merusak infrastruktur, dan menurunkan kualitas ruang pesisir. Oleh karena itu, diperlukan resiliensi untuk memastikan sistem di wilayah pesisir mampu merespons, pulih, dan beradaptasi terhadap bencana. Resiliensi diartikan sebagai kemampuan suatu sistem menghadapi gangguan, memulihkan diri, dan beradaptasi setelah bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi infrastruktur pesisir, meliputi sarana, prasarana, dan utilitas umum di Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deduktif dengan pendekatan studi kasus. Kajian resiliensi diperoleh melalui analisis konten hasil wawancara dengan narasumber terpilih, yang kemudian diperkuat melalui triangulasi dengan observasi lapangan dan telaah dokumen untuk memastikan validitas dan reliabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banjir rob berdampak signifikan pada sistem perkotaan pesisir Kota Pekalongan, dan resiliensi kawasan pesisir terbentuk melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur.
Copyrights © 2025