Perkembangan pembelajaran abad ke-21 menuntut penggunaan media yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif kompleks, termasuk kecerdasan visual-spasial siswa, namun pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi media konvensional yang kurang merepresentasikan konsep spasial secara utuh; Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh, perbedaan peningkatan, dan efektivitas penggunaan Google Earth pada berbagai materi di bentang alam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen menggunakan desain nonequivalent control group , yang melibatkan kelompok kontrol dengan media konvensional serta kelompok eksperimen yang menggunakan Google Earth , dengan teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test , Mann-Whitney U , N-Gain , dan effect size . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Earth memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan visual-spasial siswa (Sig. 0,000 < 0,05). Selain itu, ditemukan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sig. 0,001 < 0,05) dengan nilai effect size sebesar 0,82 menunjukkan kategori tinggi, sedangkan tingkat efektivitas pembelajaran pada kelas eksperimen lebih besar dengan nilai N-Gain 0,5920 dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai N-Gain 0,2366.Temuan ini berarti bahwa penggunaan Google Earth lebih efektif dalam meningkatkan kecerdasan visual-spasial siswa dibandingkan media konvensional, sehingga integrasi media geospasial interaktif dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif strategi guna mendukung kegiatan belajar yang bersifat konkret dan bermakna di SD.
Copyrights © 2026