Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran berbasis inkuiri (IBL) yang diaktifkan dengan pembelajaran terdiferensiasi terhadap pemecahan masalah siswa. Metode eksperimen semu digunakan dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Sampel terdiri dari dua kelas empat di Kabupaten Manggar, Belitung Timur. Kelas eksperimen menerapkan model IBL yang diintegrasikan dengan pembelajaran terdiferensiasi, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran berbasis masalah tanpa diferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemecahan masalah siswa di kelas eksperimen, dengan skor posttest rata-rata 84,64, dibandingkan dengan kelas kontrol dengan skor rata-rata 79. Peningkatan di kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan IBL dengan pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah di kalangan siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026