Pembelajaran abad 21 memiliki salah satu kompetensi penting yaitu kemampuan problem solving, khususnya pada materi rasio dan perbandingan yang menuntut penalaran proporsional siswa sekolah dasar. Namun, pembelajaran yang masih didominasi model direct instruction dinilai kurang optimal dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan desain quasi experiment, kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan RADEC dan kelompok kontrol yang diberi pembelajaran dengan direct instruction. Data penelitian diperoleh melalui pelaksanaan pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test, perhitungan effect size, dan uji N-Gain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai t-hitung yang lebih besar dibandingkan t-tabel serta nilai signifikansi yang memenuhi kriteria pengujian statistik < 0,05. Nilai effect size termasuk kategori besar, sedangkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa RADEC lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dibandingkan direct instruction. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa tahapan sistematis RADEC yang selaras dengan langkah pemecahan masalah Polya dapat menstimulasi proses berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual matematika di sekolah dasar.
Copyrights © 2026