Penelitian ini mengkaji dampak banjir pesisir terhadap proses pembelajaran di SDN Degayu 02, Kota Pekalongan, dengan fokus pada Adversity Quotient (AQ) siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif dalam studi kasus ini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana siswa mengembangkan dan menerapkan ketahanan ketika menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh banjir pesisir. Ditemukan bahwa siswa di sekolah ini menunjukkan ketahanan yang tinggi, mampu beradaptasi, dan tetap bersemangat dalam belajar meskipun sering menghadapi situasi banjir. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa dimensi kontrol AQ memainkan peran penting dalam cara siswa mengelola dan menanggapi situasi yang menantang, memengaruhi reaksi mereka terhadap banjir dan membantu mereka tetap fokus pada pendidikan mereka. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya mengembangkan ketahanan di kalangan siswa, khususnya di daerah yang sering terkena bencana alam, dan menawarkan rekomendasi untuk pendidikan di daerah rawan bencana.
Copyrights © 2025