Mathematics learning in Class 3B of MIN 2 Kebumen, Kebumen Regency, in the 2025/2026 academic year faced learning difficulties and low academic achievement in the topic of angles. The researcher sought to improve the mathematics achievement of Class 3B students through Classroom Action Research (CAR). The aim of this study was to determine the effect of using concrete media to enhance students' understanding of the angle material. This study was a Classroom Action Research consisting of two cycles, with each cycle including two meetings. Data collection techniques included tests, observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which involves data condensation, data display, and data verification. The research results showed changes after using concrete media in the angle topic. The improvement in the first cycle was 64%, and in the second cycle, it increased to 88%. Based on the initial observation, it was found that students had learning difficulties and low academic performance, with an initial average score of 59.24 and a low mastery level. The study results indicated a significant improvement in student learning achievement. After the intervention, the average student score increased to 79 in the first cycle, while in the second cycle, the initial average score was 65.2 and increased to 88.92. These findings indicate that the use of concrete media in mathematics learning can improve students’ understanding of the angle topic. Thus, concrete media can be considered an effective alternative teaching strategy to overcome learning difficulties in mathematics at the elementary school level.Pembelajaran Matematika di kelas 3b MIN 2 Kebumen Kabupaten Tahun Pelajaran 2025 / 2026 mengalami Kesulitan belajar dan hasil prestasi matematika rendah pada materi sudut. Peneliti berusaha untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas 3b dengan penelitian Tindakan Kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media konkret untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi sudut. Penelitian ini merupakan penelitian PTK yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman & Saldana yang terdiri dari tahap kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya perubahan setelah penggunaan media konkret pada materi sudut. Dengan besar peningkatan di siklus 1 adalah sebebsar 64% dan besar peningkatan di siklus II adalah sebesar 88%. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan belajar dan memiliki prestasi yang rendah, dengan rata-rata nilai awal sebesar 59,24 dan tingkat ketuntasan yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa. Setelah tindakan dilakukan, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 79. Hasil ini di peroleh dari siklus pertama, sedangkan hasil yang diperoleh pada siklus kedua menunjukkan nilai rata-rata awal sebesar 65,2 dan nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 88,92. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi sudut. Dengan demikian, media konkret dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengatasi kesulitan belajar matematika di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025