Penelitian ini dilandasi oleh rendahnya kemampuan analisis peserta didik dalam pembelajaran IPAS, terutama pada materi keanekaragaman flora dan fauna Indonesia. Kondisi ini berkaitan dengan masih terbatasnya kemampuan literasi sains dan berpikir kritis yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara literasi sains dengan kemampuan analisis, hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan analisis, serta hubungan keduanya secara simultan terhadap kemampuan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain analisis korelasi berganda. Sampel penelitian terdiri atas 131 peserta didik kelas V sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan analisis, serta angket untuk menilai aspek sikap dalam literasi sains. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji prasyarat, uji korelasi Pearson, dan uji korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara literasi sains dengan kemampuan analisis (R = 0,326), serta antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan analisis (r = 0,685; p < 0,05). Secara simultan, literasi sains dan berpikir kritis juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan kemampuan analisis (R = 0,724). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kedua variabel tersebut dapat memperkuat kemampuan analisis peserta didik.
Copyrights © 2026