Selama periode “sparring” pra-pertandingan, para pemain di klub futsal Kota Cirebon melakukan kontak fisik satu sama lain. Itu juga dapat meningkatkan risiko seseorang terluka. Karena itu, atlet berisiko lebih tinggi terluka atau salah penanganan, yang keduanya dapat menyebabkan kemunduran dalam pemulihan dan robekan otot. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menilai pengetahuan pelatih futsal tentang sport massage sebagai alat untuk manajemen cedera. Penelitian yang bersifat kuantitatif ini menggunakan teknik penelitian deskriptif non eksperimental, dan menggunakan sampel sebanyak tiga puluh pelatih futsal bersertifikat dari kota Cirebon. Berdasarkan temuan penelitian ini, pelatih futsal bersertifikat di Kota Cirebon mengetahui 91% tentang cedera, 82% tentang mencegah cedera, dan 87% tentang mengelola cedera. Kesimpulannya, penelitian ini menemukan bahwa futsal berlisensi di Kota Cirebon memiliki pemahaman yang kuat tentang cedera olahraga, pencegahan cedera, dan manajemen cedera, tetapi kurang menguasai dasar-dasar pertolongan pertama, termasuk kebutuhan pemberian RICE (Istirahat, Es , Kompresi, Ketinggian) setelah cedera (Perlindungan, Pemuatan Optimal, Es, Kompresi, Ketinggian). Kata kunci: Sport Massage, Cedera Olahraga
Copyrights © 2023