Permasalahan pengelolaan sampah di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah mencerminkan tantangan yang dihadapi secara luas di Indonesia, yaitu ketidakseimbangan antara volume sampah yang dihasilkan dan kapasitas fasilitas pengolahannya. Kondisi ini mendorong masyarakat melakukan pembakaran terbuka, terutama terhadap sampah anorganik, yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan strategi pengelolaan sampah terpadu melalui pendekatan partisipatif, dimulai dari identifikasi permasalahan, perancangan solusi berbasis teknologi tepat guna, hingga implementasi insinerator minim asap di tingkat desa. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan masyarakat, diskusi kelompok, serta proses perakitan dan uji coba alat secara kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan insinerator minim asap mampu menurunkan intensitas emisi dibandingkan pembakaran konvensional, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara kearifan lokal dan inovasi teknologi sederhana dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas. Kata kunci: Pengelolaan Sampah Terpadu; Teknologi Tepat Guna; Insinerator; Pemberdayaan Masyarakat; Berkelanjutan.
Copyrights © 2026