Infrastruktur di bidang ketekniksipilan merupakan salah satu ujung tombak penggerak ekonomi pada suatu daerah atau negara. Kontraktor merupakan perusahaan yang menjadi garda terdepan untuk mewujudkan infrastruktur tersebut. Kontraktor non besar memiliki banyak keterbatasan yaitu keterbatasan dana, peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya sering ditemui pada kontraktor non besar terutama yang berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan. Banyak kontraktor non besar melakukan perekrutan tidak didasarkan pada tenaga kerja yang memiliki keahlian bidang teknik sipil dan bangunan. Hal ini disebabkan keterbatasan dana yang digunakan untuk menggaji tenaga kerja apabila perusahaan merekrut pegawai dengan klasifikasi dan keahlian yang bagus. Keahlian dan ketrampilan pegawai sering kali diberikan langsung saat mengerjakan proyek, sehingga sering kali ditemui permasalahan di lapangan. Masalah yang sering muncul adalah masalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana pegawai masih perlu diberikan bekal tambahan agar dapat melaksanakan proyek dengan aman dan selamat. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha menengah juga dihadapkan pada permasalahan tersebut. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan kontraktor dengan visi yang bagus dengan memperhatikan pengembangan pegawai dan kesejahteraannya. Kegiatan pengabdian ini akan membantu PT. Mekar Mulia Contractor dengan memberikan pelatihan mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pegawai. Kegiatan pengabdian ini juga bersamaan dengan kegiatan upgrading pegawai yang dilaksanakan secara rutin oleh perusahaan setiap tahunnya. Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, Teknik Sipil, kontraktor, pelatihan.
Copyrights © 2024