Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Motorik Halus pada Anak Usia 5 Tahun dengan Ambidextrous Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Wulandari, Mega Sinta
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 11 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v11i2.20456

Abstract

Preferensi penggunaan tangan kanan dan kiri pada anak rata-rata menetap pada usia 3 tahun. Anak dengan ambidextrous memiliki keistimewaan tidak memiliki preferensi penggunaan tangan. Artinya, anak dapat menggunakan tangan kanan dan kirinya dengan baik. Keterampilan menggunakan tangan dan kiri berkaitan dengan perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak dengan ambidextrous. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak dengan ambidextrous berusia 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan perkembangan motorik halus anak dengan ambidextrous. Meskipun anak dapat menggunakan kedua tangannya dengan baik, tetapi kekuatan kedua tangan tidak seimbang. Kecepatan penyelesaian tugas telihat berbeda antara penggunaan tangan kanan dan kiri. Kekuatan tangan kanan lebih tinggi daripada tangan kiri. Hal tersebut disebabkan oleh stimulasi yang diberikan oleh lingkungan yang tidak seimbang antara stimulasi untuk tangan kanan dan kiri. Lingkungan khususnya sekolah perlu menyadari keistimewaan dari setiap anak, sehingga mampu untuk memberikan stimulasi individual pada anak yang membutuhkan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAUD MELALUI PELATIHAN PENERAPAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Hafidah, Ruli; Dewi, Nurul Kusuma; Syamsudin, Muh. Munif; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Nurjanah, Novita Eka; Sholeha, Vera
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp2kgaud.2022.3.1.19-34

Abstract

Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Syamsuddin, Muhammad Munif
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.815

Abstract

Anak berpindah dari TK ke SD pada usia 6-7 tahun. Menjalani masa transisi tidak hanya membutuhkan kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Kesiapan orang tua meliputi stimulasi, dukungan, dan sikap yang diberikan kepada anak, sehingga anak siap bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan orang tua mendampingi anak menuju SD. Penelitian dilaksanakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun sejumlah 353 orang. Kesiapan orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan orang tua cukup siap dalam mendampingi anak menuju SD. Orang tua memberikan stimulasi, dukungan, dan sikap yang cukup baik bagi anak. Namun, stimulasi dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam hal membacakan buku cerita kepada anak masih tergolong rendah. Penting bagi orang tua untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan anak, sehingga kesiapan literasi pada anak dapat berkembang dengan lebih baik.
Lingkungan Literasi Rumah dan Keterampilan Emergent Literacy Pada Anak Usia Dini di Surakarta Sholeha, Vera; Hafidah, Ruli; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Fitrianingtyas, Anjar
Jurnal PG-PAUD Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan emergent literacy penting untuk dikembangkan pada anak sejak dini karena merupakan keterampilan dasar yang akan berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya. Namun, rendahnya budaya literasi di Indonesia menunjukkan bahwa lingkungan literasi anak belum disiapkan dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Penelitian ini menghitung nilai Chi-square hitung lalu membandingkan dengan nilai Chi-square tabel, koefisien korelasi (r), determination coefficient (R2), dan nilai contingency coefficient (C) dari variabel bebas. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai Chi-square hitung variabel bebas lebih kecil daripada nilai Chi-square tabel yang menunjukkan adanya hubungan lingkungan literasi rumah terhadap keterampilan emergent literacy pada anak usia dini. Variabel lingkungan literasi rumah memiliki r = 0,559, R2 = 0,39%, dan C = 1,74%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa lingkungan literasi rumah memiliki hubungan dengan keterampilan emergent literacy, meskipun dengan tingkat keyakinan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi keterampilan emergent literacy yang tidak diteliti pada studi ini.
Analisis Ketercapaian Pelaksanaan Kurikulum Ramah Anak di Lembaga PAUD Dewi, Nurul Kusuma; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Palupi, Warananingtyas; Syamsudin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5546

Abstract

Tingginya kasus kekerasan pada anak menjadi masalah yang perlu dianalisis lebih mendalam. Jenis kekerasan pada anak sangat beragam mulai dari eksploitasi; trackfiking; kekerasan fisik, spikis, seksual, penelatantaran, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan kurikulum ramah anak di PAUD Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi literatur, wawancara dengan FGD. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kurikulum merdeka menekankan kebebasan memilih kegiatan bermain sesuai minat dan bakat anak; perangkat pembelajaran secara adminidtratif belum memunculkan nilai ramah anak; pelaksanaan pembelajaran ramah anak atas peran guru sebagai fasilitator; media dan APE yang aman, mudah digunakan anak; materi pembelajaran sesuai perkembangan anak; ragam kegiatan sudah tidak bias gender dan nondiskriminasi belum sepenuhnya terpenuhi; Penilaian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, unjukerja secara objektif dan deskriptif terhadap setiap capaian perkembangan anak. Hasil penelitian dapat menjadi panduan guru dalam membuat perencanaan, melakasanakan, dan menilai pembelajaran ramah anak di kurikulum merdeka.
Dukungan Orang Tua Berbasis Lingkungan Bermain di Rumah dan Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Adriani Rahma Pudyaningtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Palupi, Warananingtyas; Sutapa, Panggung
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3013

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan orang tua berbasis lingkungan bermain di rumah dengan kesiapan anak memasuki sekolah dasar (SD). Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya masa transisi anak dari pendidikan anak usia dini ke pendidikan dasar yang menuntut kesiapan sosial-emosional, kognitif, dan regulasi diri yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 102 orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian terdiri dari dua kuesioner, yaitu dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam penyediaan lingkungan bermain di rumah dan kesiapan anak masuk SD. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson. Hasil korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan orang tua dengan kesiapan anak masuk sekolah dasar (r = 0,791; p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan orang tua yang tinggi dalam menciptakan lingkungan bermain yang edukatif, aman, dan interaktif berhubungan dengan tingginya tingkat kesiapan anak untuk memasuki jenjang SD. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi bermain yang bermakna sebagai fondasi bagi kesiapan belajar anak di tahap pendidikan selanjutnya.
School Adjustment in Early Childhood Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.54075

Abstract

School adjustment is a condition that reflects the extent to which a child feels comfortable, interested, involved, and thriving in the school environment. Children need to have school adjustment since preschool because school adjustment significantly supports children's academic and social development in the future. This study aims to determine the condition of school adjustment possessed by kindergarten children. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample consisted of 266 children. The sampling technique used was cluster random sampling. Data collection is based on teacher reports using the adaptation of the Short-Form Teacher Rating Scale of School Adjustment (Short-Form TRSSA).  Data analysis used SPSS descriptive statistics. Result analyses show that a majority of school adjustment achievements that children can achieve are at the ability and skill level, not yet at the competence level. This condition indicates that the majority of children still need help. There are still a few children who already have the competence to do tasks independently without help. In general, there is almost no difference in school adjustment achievements between boys and girls, which means that boys and girls have a relatively similar level of mastery of school adjustment. The study's conclusion shows that most school adjustment achievements in children are not optimal. Efforts are needed to improve school adjustment because it is the foundation for children to adjust to school. When children have been able to adjust well to school, school achievement will be easier to achieve optimally.
Effectiveness of song-and-movement creative arts on children’s motor skills during the transition to Primary School Palupi, Warananingtyas; Novitasari, Danella Ayu; K.P., Alyana Suciparasati; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Kusumadewi, Nurul; Sholeha, Vera; Ricardos, Glenn Webforges D.
Journal of Early Childhood Care and Education Vol. 9 No. 1 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v9i1.14930

Abstract

Purpose – Gross motor readiness is an important but often undervalued aspect of children’s transition from early childhood education to primary school. Although song-and-movement activities are widely used in Indonesian PAUD settings, their effects on children’s gross motor readiness are still rarely tested through structured intervention and standardized indicators. This study therefore examined the effectiveness of a structured song-and-movement intervention on gross motor development among preschool children during the transition to primary school. Design/methods/approach – A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used with 16 children aged 5–6 years in a PAUD institution in Karanganyar, Indonesia. The intervention was conducted over 8 weeks in 16 sessions using the “Aramsamsam” song-and-movement activity. Gross motor skills were assessed through five indicators: balance, strength, agility, coordination, and flexibility. Data were analysed using Shapiro-Wilk and paired-samples t-test. Findings – Children’s mean gross motor score increased from 8.81 (SD = 2.316) at pretest to 14.75 (SD = 3.088) at post-test. The difference was statistically significant (t = -20.102, df = 15, p < .001), with a very large effect size (Cohen’s d = 5.026; Hedges’ g = 4.899). The largest gains were found in coordination (1.43) and balance (1.37). Research implications/limitations – The findings suggest that structured rhythm-based movement activities may enhance motor readiness during school transition. However, the absence of a control group limits causal interpretation. Further randomized studies are recommended. Practical implications – Structured rhythm-based movement activities can be incorporated into early childhood classrooms as a playful strategy to support children’s motor readiness for school transition. Originality/value – This study contributes empirical evidence from Indonesia on the role of rhythm-structured song-and-movement activities in enhancing specific gross motor domains during the transition to primary school.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI YOGA KIDS Nafizah, Lailatun; Pudyaningtyas, Adriani Rahma
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106326

Abstract

Keterampilan motorik kasar melibatkan gerakan otot besar yang penting untuk aktivitas fisik anak, seperti berjalan, berlari, dan melompat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui yoga kids sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan subjek 20 anak usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan indikator keberhasilan minimal 75% dari total anak. Hasil siklus I menunjukan peningkatan rata-rata keterampilan motorik kasar sebesar 66,25% dengan 45% anak mencapai ketuntasan. Setelah perbaikan tindakan, siklus II menunjukan hasil yang lebih tinggi yaitu 90% dengan 80% anak tuntas. Penerapan yoga kids terbukti efektif meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Aktivitas berbasis yoga memberi pengalaman belajar yang menyenangkan, melibatkan gerakan terstruktur, dan mendukung perkembangan fisik anak. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa yoga dapat dijadikan strategi alternatif dalam pembelajaran anak usia dini untuk mengoptimalkan kemampuan motorik kasar mereka.
STRATEGI ORANG TUA DAN GURU MENGEMBANGKAN KEAKSARAAN AWAL KELOMPOK B SELAMA PANDEMI COVID-19 Dewi, Vivi Septa; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.60201

Abstract

Kemampuan keaksaraan awal penting untuk dikembangkan sejak dini karena menjadi dasar kemampuan dalam membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) strategi orang tua (kegiatan, metode, media, dan cara evaluasi) dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan awal kelompok B selama pandemi Covid-19, (2) strategi guru (kegiatan, metode, media, dan cara evaluasi) dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan awal kelompok B selama pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini  adalah sebagai berikut, Pertama, strategi yang dilakukan oleh orang tua yaitu dengan memberikan kegiatan melihat video YouTube dan bermain menggunakan media permainan huruf. Orang tua mengajarkan keaksaraan awal secara bertahap mulai dari mengenal bentuk dan bunyi huruf sampai anak dapat membaca dan menulis awal. Media yang digunakan orang tua yaitu video YouTube, permainan huruf, dan buku. Orang tua melakukan evaluasi dengan cara tebak-tebakan huruf. Kedua, strategi guru dalam mengembangkan keaksaraan awal anak yaitu mengeja bersama melalui video dan foto, meniru tulisan, menyebutkan huruf sesuai nama hari, membentuk plastisin menjadi huruf, dan melaksanakan program permata baca. Guru menggunakan metode tanya jawab, pemberian tugas, dan pembiasaan. Guru menggunakan media video, foto, papan tulis, plastisin, dan buku permata baca. Guru melakukan evaluasi dengan cara memfoto hasil pekerjaan anak dan hasil perkerjaan anak yang dikumpulkan.