Kemampuan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui kegiatan menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan decoupage, yaitu seni menempelkan potongan kertas atau tisu bermotif pada objek tertentu dan dilapisi pernis agar tampak menyatu secara estetis. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 20 anak, sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan motorik halus dari kondisi awal 30% hingga mencapai 85% pada siklus akhir, melampaui target keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan decoupage terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang mampu menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia dini.
Copyrights © 2025