Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan secara keseluruhan, namun sering kali diabaikan, terutama di kalangan remaja yang menghadapi tantangan emosional dan sosial yang signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental melalui pengenalan dan praktik penjurnalan sebagai alat refleksi diri.Metode: Program ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berisi remaja, melibatkan 43 siswa. Intervensi meliputi pendidikan tentang kesehatan mental, teknik penjurnalan, dan praktik penjurnalan terbimbing selama satu bulan. Dampak program diukur menggunakan Skala Harga Diri Rosenberg (RSES), dengan data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil dan pembahasan: Skor harga diri rata-rata meningkat dari 26,74 sebelum intervensi menjadi 28,23 setelah penjurnalan. Selain itu, distribusi kategori harga diri bergeser secara positif: jumlah siswa dengan harga diri rendah menurun dari 12 (27,91%) menjadi 9 (20,93%), sementara mereka yang memiliki harga diri tinggi meningkat dari 7 (16,28%) menjadi 15 (34,88%). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa menulis jurnal dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran diri, pengaturan emosi, dan kesejahteraan mental secara keseluruhan di kalangan remaja.
Copyrights © 2025