Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perbandingan Pola Kuman dan Analisis Kualitas Bakteriologis pada Kolam Renang Jenis Learner Pool dan Standard Pool di Purwokerto Kusuma, Raden Maghfira Kurnia; Putri, Prima Maharani; Maulana, Andi Muh.
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius tertentu yang dapat menyerang semua sistem tubuh manusia. Banyaknya kemunculan kembali re-emerging diseases dan new emerging diseases menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menjadikan penyakit menular memiliki kecenderungan mengalami peningkatan. Tempat umum seperti kolam renang dapat menjadi salah satusumber dari transmisi agen infeksius dengan rute kontak langsung. Guideline WHO tahun 2006, telah mengatur indeks kebersihan dengan analisis kualitas bakteriologis dilihat dari pola kuman dan tinjauankebersihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang jenis learner pool dan standard pool di Purwokerto.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 4 sampel dengan total sampling, analisa data menggunakan Uji Fisher.Hasil: Hasil analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di keempat tempat yang diteliti adalah baik dan cukup serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p= 0,757).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di PurwokertoKata Kunci : Infeksi, pola kuman, analisis kualitas bakteriologis, kolam renang
PENGARUH ASPARTAM TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS Maulana, Andi Muh; Perdana, Ade Guvinda; Soesilowati, Retno; Romdhoni, Muhammad Fadhol; Putra, Rizka Adi Nugraha
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.292 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i2.2384

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya oleh BPOM RI dan banyak digunakan penderita diabetes melitus sebagai gula pengganti.Komplikasi diabetes melitus terjadi karena adanya peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang disebabkan oleh keadaan hiperglikemi terus menerus. Sementara itu 75,3% dari populasi orang Asia menderita diabetes melitus menggunakan gula pengganti. Pola pikir masyarakat untuk mengganti gula pada makanan dan minuman menyebabkan tingginya penggunaan gula pengganti.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aspartam terhadap struktur histologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model diabetes melitus.Metode: Dua puluh delapan ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar dibagi menjadi 4 kelompok; kontrol (K), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Hewan coba diterminasi selanjutnya dilakukan pembuatan preparat histologi hepar dengan pewarnaan HE. Preparat histologi hepar diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 400X dan hepatosit dihitung menggunakan aplikasi image-J.Hasil: Rerata ± SD hepatosit normal= 37,375±18,392, piknosis= 10,575±9,420, karioreksis= 48,875±5,551, dan kariolisis= 64,550±4,800. Uji One-way ANOVA didapatkan p-value= <0,0001.Kesimpulan: Aspartam berpengaruh terhadap struktur histologi hepar tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar model diabetes melitus yang ditandai oleh kerusakan hepatosit.Kata Kunci: hepatosit,diabetes melitus, aspartam
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) Desi, Nur Husnina; Kurniasari, Dian; Romdhoni, Muhammad Fadhol; Maulana, Andi Muh.
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.142 KB) | DOI: 10.22219/sm.Vol14.SMUMM1.6241

Abstract

Latar Belakang : MSG merupakan substansi kristal putih yang digunakan untuk meningkatkan rasa pada makanan. Pemberian MSG dosis tinggi meningkatkan kadar radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa. Kandungan flavonoid pada daun kemangi dapat menetralkan kadar radikal bebas sehingga mencegah penurunan motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) dalam mencegah penurunan motilitas spermatozoa pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi MSG.Metode : Penelitian Laboratory Experimental Post Test Group Only menggunakan 24 ekor tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari kelompok I diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari, kelompok II diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 150mg/kgBB/hari, kelompok III diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 350 mg/kgBB/hari dan kelompok IV diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 700 mg/kgBB/hari. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan post hoc LSDHasil : Rerata presentase motilitas spermatozoa pada kelompok I, II, III dan IV sebesar 21,88%; 48,17%; 53,72%; dan 63,05%. Hasil analisis One Way Anova menunjukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000). Uji post hoc LSD menunjukan kelompok II, III dan IV berbeda nyata dengan kelompok I (p=0,00). Pada kelompok II dan III juga ditemukan adanya perbedaan nyata dengan kelompok IV (p=0,04). Sedangkan kelompok III dengan kelompok II tidak terdapat perbedaan nyata (p=0,069).Kesimpulan : Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memberikan pengaruh dalam mencegah penurunan presentase motilitas spermatozoa tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi MSG. Kata kunci : motilitas spermatozoa, ekstrak etanol daun kemangi, monosodium glutamat (MSG)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) Nur Husnina Desi; Dian Kurniasari; Muhammad Fadhol Romdhoni; Andi Muh. Maulana
Saintika Medika Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol14.SMUMM1.6241

Abstract

Latar Belakang : MSG merupakan substansi kristal putih yang digunakan untuk meningkatkan rasa pada makanan. Pemberian MSG dosis tinggi meningkatkan kadar radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa. Kandungan flavonoid pada daun kemangi dapat menetralkan kadar radikal bebas sehingga mencegah penurunan motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) dalam mencegah penurunan motilitas spermatozoa pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi MSG.Metode : Penelitian Laboratory Experimental Post Test Group Only menggunakan 24 ekor tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari kelompok I diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari, kelompok II diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 150mg/kgBB/hari, kelompok III diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 350 mg/kgBB/hari dan kelompok IV diberi MSG 1.600 mg/kgBB/hari dan ekstrak etanol daun kemangi 700 mg/kgBB/hari. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan post hoc LSDHasil : Rerata presentase motilitas spermatozoa pada kelompok I, II, III dan IV sebesar 21,88%; 48,17%; 53,72%; dan 63,05%. Hasil analisis One Way Anova menunjukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000). Uji post hoc LSD menunjukan kelompok II, III dan IV berbeda nyata dengan kelompok I (p=0,00). Pada kelompok II dan III juga ditemukan adanya perbedaan nyata dengan kelompok IV (p=0,04). Sedangkan kelompok III dengan kelompok II tidak terdapat perbedaan nyata (p=0,069).Kesimpulan : Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memberikan pengaruh dalam mencegah penurunan presentase motilitas spermatozoa tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi MSG. Kata kunci : motilitas spermatozoa, ekstrak etanol daun kemangi, monosodium glutamat (MSG)
Vitamin E & Omega-3 Mencegah Adhesi Intraperitoneum Melalui Inhibisi Kadar Tgf- Β Cairan Peritoneum Andi Muh. Maulana; Haidar Alatas
Sainteks Vol 15, No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i1.6160

Abstract

Adhesi intraperitoneum merupakan komplikasi dari prosedur paska laparotomi yang dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, obstruksi usus, terbentuknya fistula enterokutan, serta infertilitas pada wanita. Banyak penelitian dilakukan mencoba memecahkan permasalahan ini, termasuk dengan pemberian vitamin E dan omega 3 topikal dalam soybean oil untuk menemukan agen antiadhesi yang ideal. Membuktikan efek pemberian vitamin E dan omega-3 topikal dalam soybean oil terhadap kadar TGF- β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum pada tikus wistar yang dilakukan abrasi ileum. Penelitian ini merupakan uji eksperimental post test only group design. Wistar jantan (n = 24) dilakukan abrasi ileum, terbagi menjadi 4 kelompok: K (kontrol), P1 (vitamin E 10 mg dalam soybean oil 5 ml), P2 (omega-3 40 mg dalam soybean oil 5 ml), P3 (kombinasi vitamin E 10 mg dan omega-3 40 mg dalam soybean oil 10 ml). Setelah 14 hari perlakuan dilakukan relaparotomi, kemudian diadakan evaluasi terhadap kadar TGF-β dan derajat adhesi intraperitoneum. Analisis statistik beda derajat adhesi intraperitoneum dan kadar TGF-β antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Uji korelasi derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar TGF-β cairan peritoneum menggunakan uji Spearman. Uji Mann Whitney derajat adhesi intraperitoneum menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), kecuali kelompok P1 dibandingkan dengan P2 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0,652). Uji Mann Whitney kadar TGF-β menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), sedangkan perbedaan yang tidak bermakna ditunjukkan ketika kelompok P1 dibandingkan dengan P2 (p=0,262) dan kelompok P2 dibandingkan dengan P3 (p=0,078). Uji korelasi antara derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar TGF-β cairan peritoneum menunjukkan hasil korelasi positif yang kuat dengan r=0,666 (p<0,05). Pemberian vitamin E dan omega 3 topikal dalam soybean oil topikal intraperitoneum dapat menurunkan kadar TGF-β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum.Kata Kunci: adhesi intraperitoneum, TGF-β, vitamin E, omega-3, soybean oil
Vitamin E & Omega-3 Mencegah Adhesi Intraperitoneum Melalui Inhibisi Kadar Tgf- Β Cairan Peritoneum Andi Muh. Maulana; Haidar Alatas
Sainteks Vol 15, No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i1.6161

Abstract

Adhesi intraperitoneum merupakan komplikasi dari prosedur paska laparotomi yang dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, obstruksi usus, terbentuknya fistula enterokutan, serta infertilitas pada wanita. Banyak penelitian dilakukan mencoba memecahkan permasalahan ini, termasuk dengan pemberian vitamin E dan omega 3 topikal dalam soybean oil untuk menemukan agen antiadhesi yang ideal. Membuktikan efek pemberian vitamin E dan omega-3 topikal dalam soybean oil terhadap kadar TGF- β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum pada tikus wistar yang dilakukan abrasi ileum. Penelitian ini merupakan uji eksperimental post test only group design. Wistar jantan (n = 24) dilakukan abrasi ileum, terbagi menjadi 4 kelompok: K (kontrol), P1 (vitamin E 10 mg dalam soybean oil 5 ml), P2 (omega-3 40 mg dalam soybean oil 5 ml), P3 (kombinasi vitamin E 10 mg dan omega-3 40 mg dalam soybean oil 10 ml). Setelah 14 hari perlakuan dilakukan relaparotomi, kemudian diadakan evaluasi terhadap kadar TGF-β dan derajat adhesi intraperitoneum. Analisis statistik beda derajat adhesi intraperitoneum dan kadar TGF-β antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Uji korelasi derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar TGF-β cairan peritoneum menggunakan uji Spearman. Uji Mann Whitney derajat adhesi intraperitoneum menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), kecuali kelompok P1 dibandingkan dengan P2 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0,652). Uji Mann Whitney kadar TGF-β menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), sedangkan perbedaan yang tidak bermakna ditunjukkan ketika kelompok P1 dibandingkan dengan P2 (p=0,262) dan kelompok P2 dibandingkan dengan P3 (p=0,078). Uji korelasi antara derajat adhesi intraperitoneum dengan kadar TGF-β cairan peritoneum menunjukkan hasil korelasi positif yang kuat dengan r=0,666 (p<0,05). Pemberian vitamin E dan omega 3 topikal dalam soybean oil topikal intraperitoneum dapat menurunkan kadar TGF-β cairan peritoneum dan derajat adhesi intraperitoneum.Kata Kunci: adhesi intraperitoneum, TGF-β, vitamin E, omega-3, soybean oil
PERSEPSI TENAGA MEDIS DAN PARAMEDIS TERHADAP PASIEN MENINGGAL DI RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG Abdul Hakim Nitiprodjo; Andi Muh. Maulana
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Herb-Medicine Journal Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i2.2980

Abstract

Latar belakang: Seorang dokter pasti akan dihadapkan pada kasus kematian dalam melaksanakan profesinya. Di Rumah Sakit, dari hasil pengamatan dokter dan perawat, pasien yang ditandai dengan pupil midriasis, berhentinya denyut jantung dan pernafasan dianggap telah meninggal dunia atau mati secara klinis. Dalam waktu kurang dari satu jam bahkan kurang dari30 menit, pasien yang meninggal baik di Instalasi Gawat Darurat, rawat inap, ICU dipindahkan ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah. Tindakan tersebut bukan berarti tidak menimbulkan perdebatan, karena adanya kemungkinan bahwa pasien hanya mati suri. Waktu yang diperlukan untuk menimbulkan tanda pasti kematian minimal sekitar satu hingga dua jam pasca mati klinis. Tujuan: Mengamati persepsi tenaga medis dan paramedis terhadap pasien meninggal di RumahSakit dalam menentukan diagnosa kematian. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi yang diteliti adalah dokter dan perawat di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Sampel  yang digunakan adalah dokter jaga dan perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat, ruang Rawat Inap, dan ruang Intensive Care Unit  (ICU) RS PKU Muhammadiyah Gombong.  Pengambilan sampel dilakukan dengan metode judgmental sampling (teknik sampling). Jumlah sampel penelitian diambil 20% dari total sampel yang ada di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Hasil: Terdapat variasi atau perbedaan persepsi di antara ketiga dokter mengenai pasien yang dinyatakan  meninggal,  dua  dari  tiga  dokter  memeriksa  tanda  pasti  kematian  pada  pasien. Terdapat variasi atau perbedaan persepsi mengenai pasien yang dinyatakan meninggal dari 37 perawat yang dikelompokkan menjadi tujuh grup sesuai dengan pernyataannya masing – masing, enam dari tujuh grup memeriksa tanda pasti kematian pada pasien. Kesimpulan: Terdapat variasi persepsi tenaga medis dan paramedis terhadap pasien yang meninggal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Sebagian besar dokter dan perawat telah menerapkan thanatologi dalam mendiagnosa kematian yang pasti pada pasien. Kata kunci: Kematian, persepsi, tenaga medis, paramedis
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT Mahidin Mahidin; Andi Muh Maulana; Susiyadi Susiyadi
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Herb-Medicine Journal April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2480

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) secara berlebihan dan atau penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama akan berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan stres oksidatif. Radikal bebas dan stres oksidatif dapat terjadi pada testis dan sistem hipotalamus-hipofisis-gonad yang dapat menyebabkan terganggunya proses spermatogenesis sehingga terjadi penurunan jumlah sel spermatogenik. Kerusakan sel dan jaringan yang diakibatkan oleh radikal bebas dapat dicegah dan diperbaiki oleh senyawa flavonoid sebagai antioksidan alami terkandung dalam daun kemangi (Ocimum basilicum L.).Tujuan :  Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap jumlah sel spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar jantan yang diinduksi MSG.Metode : Tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar jantan sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+), kelompok perlakuan 1 (P1), kelompok perlakuan 2 (P2), dan kelompok perlakuan 3 (P3). Hewan coba akan diterminasi, dibedah, diambil organ testisnya, dan selanjutnya dilakukan pembuatan preparat histolgi dengan pewarnaam HE. Preparat tersebut diamati menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400X dan dihitung menggunakan aplikasi image-J.Hasil : Kelompok P1, P2, dan P3 memiliki jumlah sel spermatogenik yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (K+) yang menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dapat memperbaiki jumlah sel spermatogenik yang rusak akibat pemberian MSG.Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dapat mempengaruhi jumlah sel spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar jantan yang diinduksi MSG.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATURUS DI RSUD BANYUMAS PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2017 anissa kusuma dewi; andi muh maulana; rizka adi nugrahaputra; amin nurokhim
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): Herb-Medicine Journal Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v1i2.3144

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia adalah keadaan pada ibu hamil yang mengalami hipertensi dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi setelah umur kehamilan 20 minggu, dan disertai dengan proteinuria ≥ 300 mg/24 jam. Setiap harinya di tahun 2015, 830 perempuan meninggal karena terjadi komplikasi kehamilan dan persalinan termasuk preeklampsia. Kesehatan ibu yang terganggu seperti preeklampsia akan mengakibatkan gangguan pada perkembangan janin. Salah satu gangguan perkembangan janin adalah preterm birth (kelahiran prematur). Kelahiran prematur yang dipengaruhi oleh preeklampsia atau eklampsia diakibatkan oleh terjadinya spasme pembuluh darah, apabila berlangsung lama akan mengganggu pertumbuhan janin serta meningkatkan tonus dan kepekaan uterus terhadap rangsangan sehingga menyebabkan partus prematurus. Bayi dengan kondisi prematur akan mengalami gangguan dalam kehidupan selanjutnya seperti asfiksia dan kematian neonatal.Tujuan: Mengetahui hubungan antara preeklampsia dan paritas dengan kejadian partus prematurus.Metode: Analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dari data rekam medis pasien preeklampsia di RSUD Banyumas, periode Februari – Desember 2017. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Pasien dengan preeklampsia primipara dengan persalinan prematur sebanyak 4,83%, pasien dengan preeklampsia multipara dengan persalinan prematur sebanyak 29,0% dan uji Chi-square diperoleh nilai  p=0,721.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara preeklampsia dan paritas terhadap kejadian partus prematurus. Kata Kunci : Preeklampsia, Paritas, Partus Prematurus
Karakteristik Pasien Tumor Orbita Di PMN RS Mata Cicendo Bandung Periode 2017-2018 Ira Citra Ningrom; Andi Muh. Maulana; Susiyadi Susiyadi; Raudatul Janah
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Herb-Medicine Journal April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v4i2.10380

Abstract

Orbital tumors are tumors that occur in the orbital area where they can affect the outside of the orbit and the inside of the orbit. At present, it is still rare to report the prevalence of orbital tumors in the world. In developing countries such as Indonesia, reports on the incidence of orbital tumors are also rarely reported. Diagnosis and appropriate therapy if we recognize the characteristics of these orbital tumors. The purpose of this study was to determine the characteristics of orbital tumor patients at PMN Cicendo Eye Hospital Bandung. This research is a descriptive observational study with cross sectional method with total sampling technique. Data were collected retrospectively based on medical records in the form of age, sex, eyes involved, tumor location, surgery, clinical diagnosis, and histopathological results. The results showed that orbital tumors with the majority of age> 45 years (43.3%), male gender (55.4%), involvement of the left ocular eye (51.18%), with the most frequent location not in the conjunctiva, palpebral and retrobulbar (36.8%), clinical diagnosis of benign tumors (68.3%) were cysts (22.4%), the most histopathological results of benign tumor lesions (71.4%) were inflammation (17%). So it can be concluded that knowing the characteristics of this orbital tumor will have an impact on the therapy given will be appropriate.