Pendahuluan: Anemia merupakan keadaan klinis yang sering terjadi pada pasien malaria dengan ditandaipenurunan kadar hemoglobin dan tingkat penurunan dipengaruhi oleh patogenistas spesies Plasmodium. Indonesia memiliki daerah endemi Malaria salah satunya Papua, spesies Plasmodium dominan yang ditemukan P.falcifarum dan P.vivax. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan kadar hemoglobin dengan infeksi P.falcifarum dan P. vivax pada pasien malaria di RSUD BiakMetode: Rancangan penelitian yang terapkan yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional, responden merupakan pasien malaria di RSUD Biak sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 positif infeksi P.falcifarum dan P. vivax sebanyak 10 orang. Pelaksanaan penelitian Maret 2023.Hasil dan pembahasan: Hasil yang diperoleh pada infeksi P.falcifarum laki-laki 80% anemia ringan dengan rerata kadar hemoglobin 11,3 gr/dl, perempuan 25% anemia sedang dan 50% anemia ringan dengan kadar hemoglobin 9,3 gr/dl. Pada infeksi P.vivax 16,6% pasien malaria perempuan mengalami anemia berat, 16,6% sedang dan 66,8% ringan dengan rata-rata kadar hemoglobin 10,4 gr/dl, sedang pada pasien laki-laki 25% mengalami anemia sedang, 75% anemia ringan dengan nilai rata-rata 9,5 gr/dl. Berdasarkan uji perbandingan didapatkan nilai sig 0,169 >0,05 atau tidak ada perbedaan antara kadar hemoglobin pada infeksi P.falcifarum dan P. vivax.Kesimpulan: Pasien malaria mengalami anemia dengan derajat ringan sampai berat, penurunan kadar hemoglobin yang disebabkan infeksi P.falcifarum dan P. vivax tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Copyrights © 2025