Pendahuluan: Pengetahuan yang kurang mengenai pendidikan reproduksi terkait pubertas berdampak negatif untuk remaja perempuan sehingga perlu program peningkatan sikap dan kesadaran terkait perubahan pubertas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan fisik selama pubertas memicu persepsi yang salah dan menyebabkan pelecehan seksual. Penyampaian informasi terkait pendidikan reproduksi terhambat oleh karena tidak tersedianya ruang diskusi di sekolah. Program ini bertujuan untuk mengedukasi siswi di SMP Negeri 1 Surakarta terkait pendidikan reproduksi yang meliputi materi pubertas dan kesehatan alat reproduksi.Metode: Program dilaksanakan di SMP Negeri 1 Surakarta dengan sasaran penyuluhan adalah siswi kelas 7 dan 8. Pemberian materi meliputi pubertas dan kesehatan alat reproduksi terbagi dalam dua sesi yang diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur dampak penyuluhan. Tes menggunakan 10 soal pilihan ganda yang sama tentang materi penyuluhan dan dinilai peningkatan rata-rata dari pretest dan posttest.Hasil dan pembahasan: Penyuluhan diikuti 30 siswi yang turut serta seluruh acara dari pretest hingga posttest. Dari hasil analisis data ditemukan peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.20, dengan rata- rata nilai pretest 5.43 (SD=0.68) dan posttest 7.63 (SD=0.67).Kesimpulan: Penyuluhan tentang pendidikan reproduksi berlangsung dengan baik. Pengetahuan siswi terkait pendidikan reproduksi meningkat pasca pemberian materi.
Copyrights © 2025