Setiap harinya manusia memiliki beragam aktivitas yang menghasilkan sampah. Masyarakat yang kurang memiliki kesadaran terhadap lingkungan seringkali membuang sampah sembarangan atau menumpuk sampah di bantaran sungai dan berpikiran bahwa sampah yang terbuang di sungai akan terus mengalir sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu sungai yang mengalami pencemaran akibat sampah adalah Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang alat perangkap sampah Holding Trash for Sustainability (Hotrality) sebagai upaya penanganan pencemaran sampah di Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Metode penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, serta pembuatan peta lokasi penelitian yang dianalisis secara deskriptif dengan menjelaskan dan memberikan gambaran mengenai data penelitian atau fenomena yang terjadi di lapangan. Alat perangkap sampah dengan sebutan Holding Trash for Sustainability (Hotrality) dibuat menggunakan bahan dasar pipa PVC yang kemudian dipasangkan jaring kawat ram dan diikat dengan tali PE. Tolok ukur keberhasilan Hotrality adalah kemampuan alat untuk mengapung di air, kesesuaian panjang alat dengan lebar sungai, dan kemampuan untuk berbentuk melengkung sehingga mampu memerangkap sampah di sungai. Sampah organik yang diperoleh pada Hotrality meliputi buah, kulit buah, daun, serasah daun, ranting kayu, batang pohon, hingga bangkai binatang seperti ayam, tikus, dan ikan. Sedangkan sampah anorganik yang diperoleh adalah sampah kantong plastik, botol plastik, bungkus makanan, styrofoam, hingga popok bayi.
Copyrights © 2024