Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKSI MITIGASI DAN INVENTARISASI EMISI PADA SENTRA INDUSTRI GENTENG DI KAMPUNG IKLIM DEMAKAN, MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Sunarto; Muhammad Amin Sunarhadi
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v4i2.2382

Abstract

MITIGATION ACTIONS AND EMISSION INVENTORY IN THE ROOF TILE INDUSTRY CENTER IN KAMPUNG IKLIM DEMAKAN, MOJOLABAN, SUKOHARJO REGENCY The roof tile industry still goes through a traditional burning process that risks producing emissions because it uses wood as fuel. Demakan Village, Mojolaban is known as the center of the roof tile industry and has committed to the Climate Village Program to carry out emission mitigation actions. This study aims to determine the characteristics of emissions from the roof tile industry and develop a mitigation action plan in Climate Village Demakan, Mojolaban. The method used is quantitative descriptive analysis through emission inventory according to IPCC 2006 and Delphi analysis with two iterations of questionnaires. The results showed that the total greenhouse gas emissions generated from the roof tile burning was 419.17 tons/year CO2-eq, consisting of 387.88 tons/year CO2, 1.04 tons/year CH4, and 0.014 tons/year N2O. Other emissions are CO at 0.312 tons/year and PM2.5 at 0.4606 tons/year. Emission mitigation action strategy planning includes education or training to the community and planting carbon-absorbing vegetation every 6 months, as well as emission control equipment in the form of a cyclone separator within the next 1-2 years to reduce emissions below quality standards. 
UPAYA ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Zaky, Fadhil Achmad; Al-Dzahabi, Muhammad Adib; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Agustin, Yonanda Surya
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di muka bumi mengancam kehidupan manusia dan kerusakan ekosistem. Dalam menghadapi perubahan iklim diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-13. Pelaksanaan program hibah MBKM membangun desa bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rentang Bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif. Adapun hasil yang didapatkan dari pelaksanaan program ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang dilakukan pada program ini adalah pemasangan instrumen pemantauan kualitas udara EENNOS, pemasangan perangkap sampah di sungai, pemberian bibit ikan nila, edukasi lingkungan kepada anak-anak, pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco enzym, pembuatan lilin dari minyak jelantah, pembuatan taman bumi hijau, dan vertical garden. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat dan stakeholder Kelurahan Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber. Beberapa saran untuk keberjalanan kegiatan kedepannya adalah kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat merawat partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber.
Analisis Temperature Humidity Index (THI) secara Time-Series Menggunakan Sistem Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Zaky, Fadhil Achmad; Fajar Herbowo, Ardia Candra; Abrari, Faisya Haqqin; Ally, Haydar; Adib Al-Dzahabi, Muhammad; Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif; Ibriza, Naila Maulida; Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Surya Agustin, Yonanda; Daniswara, Agnar Pradipa
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTemperature Humidity Index (THI) merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kenyamanan udara. THI yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan gangguan kesehatan. Pemantauan THI secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis THI secara time-series menggunakan sistem monitoring berbasis IoT di Kelurahan Sumber, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu dan kelembaban udara yang dipasang di beberapa titik di Kelurahan Sumber. Data sensor kemudian dikirim ke cloud untuk diolah dan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa THI di Kelurahan Sumber memiliki pola yang bervariasi sepanjang hari, THI tertinggi terjadi pada hari Minggu pada tanggal 15 Oktober 2023 dengan rata-rata 31,9℃. THI terendah terjadi pada hari Rabu pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan rata-rata 29,2℃. Hasilnya menunjukkan variasi suhu dan kelembaban dengan THI dalam rentang 29–31℃. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar waktu tergolong dalam kategori sebagian nyaman atau tidak nyaman.Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring berbasis IoT dapat digunakan untuk pemantauan THI secara time-series. Hasil analisis THI dapat digunakan untuk mengetahui kondisi udara dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat yaitu dengan peningkatan vegetasi untuk mengurangi pemanasan langsung dan menyerap polutan udara, beralih ke transportasi ramah lingkungan, dengan pengelolaan sampah efisien: dapat mempengaruhi suhu mikro lingkungan, serta efisiensi energi fosil. Namun, perlu diingat selain dari partisipasi masyarakat harus ada tindakan bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga, dan masyarakat, untuk menurunkan THI dan meningkatkan kenyamanan lingkungan di Kelurahan Sumber. Kata kunci: THI, IoT, time-series, Kelurahan Sumber, monitoring udara, tingkat kenyamanan ABSTRACTTemperature Humidity Index (THI) is an index used to measure air comfort. This high can cause discomfort and even health problems. Therefore, regular THI monitoring needs to be carried out to determine air conditions and take necessary action. In this research, time-series THI analysis was carried out using an IoT-based monitoring system in Sumber Village, Surakarta City, Central Java. The monitoring system consists of temperature and humidity sensors installed at several points in Sumber Village. The sensor data is then sent to the cloud to be processed and explained. The analysis results show that the THI in Sumber Subdistrict has a varying pattern throughout the day, the highest THI occurred on Sunday, October 15 2023 with an average of 31.9℃. The lowest THI occurred on Wednesday 25 October 2023 with an average of 29.2℃. The results show variations in temperature and humidity with THI in the range 29– 31℃. This condition illustrates that most of the time is classified as partially comfortable or uncomfortable. So this research shows that an IoT-based monitoring system can be used to monitor THI in a time-series manner. The results of the THI analysis can be used to determine air conditions and take necessary actions to maintain public comfort and health, namely by increasing vegetation to reduce direct heating and absorbing air pollutants, switching to environmentally friendly transportation, with efficient waste management: can influence the temperature of the micro environment, as well as fossil energy efficiency. However, it should be remembered that apart from community participation, there must be joint action from various parties, including the government, institutions and the community, to reduce THI and increase environmental comfort in Sumber Village.Keywords: THI, IoT, time-series, Sumber sub-district, air monitoring, comfort level
PERANCANGAN ALAT PERANGKAP SAMPAH (HOTRALITY) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN SAMPAH DI ANAK SUNGAI GAJAH PUTIH KELURAHAN SUMBER KOTA SURAKARTA Fil'ardiani, Nida Ulhaq
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap harinya manusia memiliki beragam aktivitas yang menghasilkan sampah. Masyarakat yang kurang memiliki kesadaran terhadap lingkungan seringkali membuang sampah sembarangan atau menumpuk sampah di bantaran sungai dan berpikiran bahwa sampah yang terbuang di sungai akan terus mengalir sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu sungai yang mengalami pencemaran akibat sampah adalah Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang alat perangkap sampah Holding Trash for Sustainability (Hotrality) sebagai upaya penanganan pencemaran sampah di Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Metode penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, serta pembuatan peta lokasi penelitian yang dianalisis secara deskriptif dengan menjelaskan dan memberikan gambaran mengenai data penelitian atau fenomena yang terjadi di lapangan. Alat perangkap sampah dengan sebutan Holding Trash for Sustainability (Hotrality) dibuat menggunakan bahan dasar pipa PVC yang kemudian dipasangkan jaring kawat ram dan diikat dengan tali PE. Tolok ukur keberhasilan Hotrality adalah kemampuan alat untuk mengapung di air, kesesuaian panjang alat dengan lebar sungai, dan kemampuan untuk berbentuk melengkung sehingga mampu memerangkap sampah di sungai. Sampah organik yang diperoleh pada Hotrality meliputi buah, kulit buah, daun, serasah daun, ranting kayu, batang pohon, hingga bangkai binatang seperti ayam, tikus, dan ikan. Sedangkan sampah anorganik yang diperoleh adalah sampah kantong plastik, botol plastik, bungkus makanan, styrofoam, hingga popok bayi.