Dalam industri modern yang semakin sadar akan lingkungan, sektor konstruksi menghadapi tekanan untuk mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan. Konsep ramah lingkungan mengacu pada penggunaan limbah sebagai material penyusun bahan konstruksi. Menurut Badan Pusat Statistik Surakarta, total sampah yang dihasilkan pada tahun 2023 sebesar 120.011,77 ton, 13% diantaranya terdiri dari sampah plastik atau sekitar 15.601,53 ton. Untuk itu diperlukan pengolahan limbah sebagai alternatif bahan konstruksi, sehingga penelitian ini bertujuan mendapatkan besar pengaruh pengurangan limbah plastik pada pembuatan batako. Rencana penelitian ini melakukan eksperimen dengan memanfaatkan limbah plastik Polyethylene Terephthalat (PET) dan plastik polystyrene (styrofoam) sebagai substitusi agregat halus serta menambahkan serbuk batu kapur sebagai substitusi semen. Penelitian ini menggunakan inovasi material plastik PET 5%, serbuk kapur 9%, dan variasi styrofoam 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Dari hasil pengujian didapat kuat tekan optimal sebesar 8,28 MPa atau 84,43 kg/cm2 dengan komposisi inovasi material plastik PET 5%, styrofoam 0,5%, serta serbuk kapur 9%. Nilai daya serap yang optimal diperoleh sebesar 2,12% dengan komposisi inovasi material plastik PET 5%, styrofoam 0,25%, serta serbuk kapur 9%. Dari penelitian yang dilakukan, jumlah pengurangan limbah plastik PET dan styrofoam sebesar 23,235% atau sekitar 3.624,962 ton dari jumlah sampah plastik yang berada di Surakarta.
Copyrights © 2024