Kajian ini menyusun strategi transportasi berkelanjutan kampus di kawasan pengembangan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui pemodelan perjalanan. Peningkatan aktivitas kampus memicu lonjakan arus lalu lintas dan tantangan kemacetan, polusi udara, serta penurunan kualitas lingkungan. Metode mencakup survei bangkitan–tarikan, distribusi asal–tujuan (OD), pemilihan moda, dan pembebanan jalan, dengan pencacahan 12 jam (06.00–18.00) pada hari kerja dan akhir pekan serta wawancara pengguna. Tarikan masuk puncak terjadi pada 07.15–08.15 sebesar 1.092 smp/jam, sedangkan bangkitan keluar puncak pada 16.15–17.15 sebesar 360 smp/jam; total bangkitan–tarikan mencapai 1.204 smp/jam (07.15–08.15). Komposisi moda didominasi sepeda motor 83% dan mobil penumpang 15%, sementara angkutan umum hampir tidak digunakan. Berdasarkan dominasi sepeda motor dan rendahnya penggunaan angkutan umum, kampus perlu mendorong pergeseran moda, menata sirkulasi serta kantong parkir internal, dan menerapkan rekayasa lalu lintas berbasis data pemodelan agar lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026