Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa

Konstruksi Makna Desa Wisata dalam Wacana Komunikasi Masyarakat Lokal: Studi Fenomenologi di Desa Belangian, Kalimantan Selatan

Assyifa Maulida (Unknown)
Uud Wahyudin (Padjadjaran University)
Gumgum Gumilar (Padjadjaran University)
Yanti Setianti (Padjadjaran University)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2025

Abstract

This study aims to explain how the people of Belangian Village construct the meaning of a tourism village within their everyday communication. Grounded in a social constructivist paradigm, it employs a qualitative phenomenological approach with villagers directly and indirectly involved in tourism, selected through purposive sampling. Data were collected via semi structured in depth interviews, participant observation during extended residence in the village, and documentation of local archives, community records, and online materials. Data analysis followed phenomenological procedures, including epoche, horizonalization, thematic clustering, and the synthesis of textural and structural descriptions. The findings show that the meaning of a tourism village is produced through language, symbols, interactions, and negotiations with visitors, and through processes of externalization, objectivation, and internalization, so that the tourism village is understood as a lived space of spiritual, social, and cultural value rather than a purely economic destination. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana masyarakat Desa Belangian mengonstruksi makna desa wisata dalam wacana komunikasi sehari hari. Berlandaskan paradigma konstruktivisme sosial, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan informan warga yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pariwisata, dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipatif selama peneliti tinggal di desa, serta studi dokumentasi atas arsip desa, catatan komunitas, dan media daring. Analisis data mengikuti langkah fenomenologis meliputi epoche, horizontalisasi, pengelompokan pernyataan menjadi tema esensial, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, lalu sintesis esensi pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna desa wisata dibentuk melalui praktik bahasa dan simbol, interaksi dan negosiasi warga dengan wisatawan, serta proses eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi, sehingga desa wisata dimaknai sebagai ruang hidup bernilai spiritual, sosial, dan kultural, bukan semata destinasi ekonomi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jurnal_ranah

Publisher

Subject

Description

https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope ...