Studi ini menyelidiki presentasi komparatif materi ekspor dan impor dalam buku teks Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas enam di bawah Kurikulum Berbasis Sekolah (KTSP) 2006 dan Kurikulum Independen 2022 (Kurikulum Merdeka). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis konten dari dua buku teks yang dikeluarkan pemerintah untuk mengeksplorasi perbedaan dalam struktur, kedalaman, pendekatan pedagogis, dan representasi visual. Temuan mengungkapkan bahwa buku teks KTSP menyampaikan konten secara terkotak-kotak dan terstruktur, menekankan penguasaan konseptual melalui peta eksplisit dan pemisahan tematik aspek sosial dan ekonomi. Sebaliknya, Kurikulum Independen mengadopsi pendekatan terpadu, naratif, dan berbasis proyek melalui buku teks IPAS, menggabungkan sains dan studi sosial untuk menumbuhkan pemahaman kontekstual dan pemikiran kritis. Namun, kurangnya peta konsep dan fokus ekonomi eksplisit dalam buku IPAS menimbulkan tantangan pedagogis. Studi ini menyimpulkan bahwa desain kurikulum secara signifikan memengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep ekonomi global dan menyoroti perlunya buku teks yang selaras dengan filosofi kurikulum, menawarkan contoh-contoh yang relevan, dan mendukung keterampilan abad ke-21. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pengembangan kurikulum dengan menekankan pentingnya desain buku teks yang kontekstual dan terintegrasi dalam meningkatkan literasi ekonomi di kalangan siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2025