Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rekayasa Genetika Dalam Integrasi Islam Dan Sains Modern Yacintha Pertiwi Sutandar; Moch Iqbal
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.279

Abstract

Paper ini membahas tentang rekayasa genetika seperti halnya kloning dan transplantasi organ tubuh pada manusia, yang ditinjau dari sudut pandang sains maupun agama khususnya Islam. Dengan kata lain, sains dan teknologi yang kembali ke pangkuan Islam harus mengalami integralisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode content analisys. Hasil dari penelitian ini adalah, pertama, manusia harus menghilangkan dikotomisasi antara sains dan agama. Sudah saatnya menghendaki sebuah harmoni yang memiliki keunggulan antara sains dan jiwa spiritualitas agama. Terutama dalam menetapkan ketentuan penggunaan teknologi buatan, contohnya Kloning dan Transplantasi Organ. Kedua, Urgensi pada kasus kloning dan transplantasi organ harus benar-benar mengikuti aturan yang telah berlaku. Transplantasi organ dalam Islam sebagai pengobatan untuk kegagalan fungsi pada organ tubuh adalah salah satu bidang yang paling jarang diteliti oleh antropologi dan sosiologi. Dalam literatur terkini tentang transplantasi organ dalam Islam telah sampai pada kesimpulan bahwa transplantasi organ dan donasi organ dan jaringan oleh pendonor hidup diperbolehkan.
ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN PERUBAHAN SOSIAL PADA BUKU AJAR SOSIOLOGI KELAS Xll KURIKULUM MERDEKA anggini putri; Moch Iqbal
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): Vol 3 No 2 ( 2024 ): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jipsos.v3i2.8183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi pembelajaran dalam pembelajaran buku teks di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Penelitian ini dilakukanmelalui buku teks sosiologi . Buku teks yang digunakan oleh guru mata pelajaran sosiologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi, dimana peneliti membaca, dan mengembangkan buku teks Sosiologi. Mengacu pada Kurikulum merdeka mengenai tujuan pendidikan yang dibagi menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Buku Sosiologi menggunakan lebih banyak konten kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) psikomotorik (keterampilan) dari penerbit sosiologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa     Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dalam aspek konten menunjukan adanya klasifikasi konten pembelajaran berdasarkan karakteristik dari materi dan penyajian konten yang mengakomodasi seluruh gaya belajar peserta didik, selanjutnya pada pelaksanaan pembelajaran  berdiferensiasi dalam aspek proses, dilakukannya langkahlangkah pembelajaran yang sesuai menurut modul ajar penggunaan model               pembelajaran yang diterapkan dengan memberikan diferensiasi proses dari segi assesme formatif dan sumatif didalam pelaksanaannya, kemudian pada pelaksanaan  pembelajaran berdiferensiasi produk dilakukannya    pengumpulan dan penilaian produk yang telah dibuat oleh peserta didik dengan memiliki rubrik penilaian untuk acuan dalam menilai produk yang disajikan ataupun dikumpukan. Kata Kunci: Analisis materi, Buku Teks Sosiologi  
Analisis Perbandingan Materi Ekspor Impor Dalam Buku IPS Kelas VI Pada Kurikulum KTSP Dan Kurikulum Merdeka imanullah husadan; Moch Iqbal
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): Vol 3 No 2 ( 2024 ): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jipsos.v3i2.8184

Abstract

Studi ini menyelidiki presentasi komparatif materi ekspor dan impor dalam buku teks Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas enam di bawah Kurikulum Berbasis Sekolah (KTSP) 2006 dan Kurikulum Independen 2022 (Kurikulum Merdeka). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis konten dari dua buku teks yang dikeluarkan pemerintah untuk mengeksplorasi perbedaan dalam struktur, kedalaman, pendekatan pedagogis, dan representasi visual. Temuan mengungkapkan bahwa buku teks KTSP menyampaikan konten secara terkotak-kotak dan terstruktur, menekankan penguasaan konseptual melalui peta eksplisit dan pemisahan tematik aspek sosial dan ekonomi. Sebaliknya, Kurikulum Independen mengadopsi pendekatan terpadu, naratif, dan berbasis proyek melalui buku teks IPAS, menggabungkan sains dan studi sosial untuk menumbuhkan pemahaman kontekstual dan pemikiran kritis. Namun, kurangnya peta konsep dan fokus ekonomi eksplisit dalam buku IPAS menimbulkan tantangan pedagogis. Studi ini menyimpulkan bahwa desain kurikulum secara signifikan memengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep ekonomi global dan menyoroti perlunya buku teks yang selaras dengan filosofi kurikulum, menawarkan contoh-contoh yang relevan, dan mendukung keterampilan abad ke-21. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pengembangan kurikulum dengan menekankan pentingnya desain buku teks yang kontekstual dan terintegrasi dalam meningkatkan literasi ekonomi di kalangan siswa sekolah dasar.
Kebahagiaan perspektif Bertrand Russell dan Al-Farabi: Implikasinya terhadap Masyarakat Modern Siska Maryana; Hery Noer Aly; Japarudin Japarudin; M. Nasron; Ashadi Cahyadi; Moch Iqbal
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.12197

Abstract

Abstract: Happiness is a fundamental goal and ultimately the final objective for every individual navigating life. However, in the modern era, achieving happiness is often hindered, despite being surrounded by various conveniences and material abundance, such conditions do not guarantee true happiness. This article examines the meaning of happiness from the perspectives of Bertrand Russell and Al-Farabi views that align with the needs of contemporary society and explores the implications of their thought. The study employs a literature-based research methodology, utilizing descriptive-analytical and hermeneutic-reflective approaches. For Bertrand Russell, happiness is a process of conquest balancing emotions, broadening interests, and liberating oneself from the ego rather than something that arises spontaneously, it is the result of active struggle and effort. For Al-Farabi, happiness stems from the struggle to develop human potential, cultivate the self, and align one's will with a higher, spiritual will; it originates in the perfection of the soul and places God as the ultimate pinnacle of achievement. In the context of modern society, Bertrand Russell’s thought represents a harmonious horizontal relationship characterized by social concern and active interaction with others, while Al-Farabi complements this with a sublime vertical relationship achieved through the perfection of intellect and spirit to attain true happiness.Keywords: Happiness, Bertrand Russell, Al-Farabi, modern society.Abstrak: Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan dan selalu menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai oleh setiap individu yang menjalani kehidupan ini. Namun, kebahagiaan di era modern seringkali terhambat meskipun dikelilingi oleh berbagai macam kemudahan dan limpahan materi, tetap tidak menjamin seseorang akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Aartikel ini membahas makna kebahagiaan perspektif Bertrand Russell dan Al-Farabi yang selaras dengan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat modern saat ini untuk memperoleh kebahagiaan dan implikasi dari pemikirannya. artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis dan hermeneutis-reflektif. Kebahagiaan bagi Bertrand Russell adalah proses penaklukan dimana seseorang menyeimbangkan emosi, memperluas minat, dan membebaskan diri dari egonya sendiri serta bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari sebuah perjuangan dan usaha aktif. Kebahagiaan bagi Al-Farabi adalah hasil dari perjuangan dan usaha seseorang dalam mengembangkan potensi diri manusia, memperbaiki diri, dan menyelaraskan kehendak diri sendiri dengan kehendak yang lebih tinggi, bersifat spiritual, bersumber dari kesempurnaan jiwa dan menempatkan Tuhan sebagai puncak pencapaian. Dalam masyarakat modern, pemikiran Bertrand Russell mewakili hubungan horizontal yang harmonis melalui kepedulian sosial dan interaksi aktif dengan sesame, sementara Al-Farabi melengkapinya dengan hubungan vertikal yang luhur melalui penyempurnaan akal dan spiritual demi mencapai kebahagiaan sejatiKata kunci: Kebahagiaan, Bertrand Russell, Al-Farabi, masyarakat modern.