Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, namun insiden akibat ketidakpatuhan perawat terhadap protokol masih terjadi, salah satunya karena komunikasi internal yang kurang efektif. Penelitian ini menganalisis pengaruh efektivitas komunikasi terhadap kepatuhan perawat di RS Permata Depok (Mei–Juli 2025) dengan desain kuantitatif analitik cross-sectional pada 107 responden dari 147 perawat yang dipilih secara proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang valid dan reliabel, serta wawancara mendalam pada informan kunci. Analisis menggunakan regresi linier sederhana, berganda, dan tematik. Hasil menunjukkan efektivitas komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (R² = 0,407; p = 0,000; B = 0,756) dengan kontribusi 40,7%. Secara simultan, kelima aspek komunikasi signifikan (F = 15,908; p = 0,000), namun secara parsial hanya kejelasan pesan (p = 0,000) dan frekuensi komunikasi (p = 0,040) yang berpengaruh. Wawancara menegaskan briefing rutin terstruktur meningkatkan kepatuhan, meski masih ada hambatan struktural dan organisasional. Disimpulkan bahwa komunikasi yang jelas dan sering meningkatkan kepatuhan.
Copyrights © 2025