Penelitian ini penting dilakukan karena Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan reformasi kesehatan terbesar di Indonesia untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC). Meskipun cakupan kepesertaan terus meningkat, perluasan tersebut belum tentu sejalan dengan pemerataan mutu layanan dan perlindungan finansial yang efektif. Berbagai studi masih menunjukkan variasi implementasi, ketimpangan pengalaman layanan antarwilayah, serta perbedaan manfaat antar kelompok sosial-ekonomi. Karena itu, diperlukan kajian sistematis yang menilai secara komprehensif dampak kepesertaan BPJS terhadap akses, kualitas pelayanan, luaran klinis, dan biaya kesehatan guna melihat sejauh mana tujuan dasar JKN benar-benar tercapai. Penelitian ini menganalisis literatur periode 2020–2025 dengan pedoman PRISMA dan seleksi berbasis PICO pada Google Scholar. Dari 162 artikel yang teridentifikasi, 81 tersisa setelah duplikasi dihapus, 74 ditelaah penuh, dan 6 lolos seleksi akhir untuk dianalisis secara naratif-tematik. Hasil menunjukkan kepesertaan JKN secara konsisten meningkatkan akses terhadap layanan primer dan pelayanan esensial, terutama antenatal care serta persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Namun, kualitas pelayanan dan luaran klinis masih timpang, khususnya pada peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang lebih jarang menerima prosedur medis kompleks dan memiliki risiko mortalitas lebih tinggi dibanding non-PBI. Analisis biaya juga memperlihatkan perlindungan finansial belum optimal, ditandai peningkatan pengeluaran langsung hingga 26% akibat biaya non-covered seperti transportasi, obat non-formularium, dan layanan tambahan. Temuan ini menegaskan bahwa ekspansi kepesertaan BPJS belum sepenuhnya diikuti pemerataan mutu layanan dan efektivitas proteksi finansial.
Copyrights © 2025