Pencegahan dan pengendalian stunting memerlukan pendekatan holistik yang mencakup pendidikan dan promosi kesehatan, pemberdayaan komunitas masyarakat. Pemberdayaan komunitas masyarakat memainkan peran kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting yang saat ini masih belum dimaksimalkan. Upaya menggabungkan berbagai potensi masyarakat diharapkan dapat mengurangi angka stunting secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian komunitas mayarakat dalam pencegahan dan pengendalian stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif komparatif di wilayah yang berbeda yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi pada penelitian ini yakni ketua atau pengurus komunitas masyarakat. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample yakni 20 orang. Variabel utama adalah kemandirian komunitas dalam pencegahan dan pengendalian stunting, yang diukur melalui indikator kemandirian I, II, III dan IV. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur. Prosedur pengumpulan data meliputi persiapan dan pelaksanaan. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas masyarakat di Provinsi NTT memiliki tingkat kemandirian dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik yakni 16 Komunitas (80.0%). Sedangkan komnitas masyarakat di Provinsi NTB semua Komunitas (100.0%) memiliki tingkat kemandirian Komunitas dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kasus stunting mayoritas berkategori baik. Kesimpulan yakni komunitas di provinsi dengan prevalensi stunting lebih tinggi memiliki tingkat kemandirian pencegahan dan pengendalian kasus stunting lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi dengan prevalensi stunting lebih rendah.
Copyrights © 2025