Mahasiswi pada masa transisi menghadapi berbagai perubahan yang menjadikan pengetahuan kesehatan reproduksi sangat penting. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan yang belum optimal masih berkaitan dengan munculnya perilaku reproduksi berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi pada mahasiswi Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan mengikutsertakan 109 mahasiswi yang terpilih melalui simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi dan kuesioner perilaku kesehatan reproduksi yang telah valid dan reliabel, dengan nilai r=0,457 sampai dengan 0,875 dan alpha Cronbach 0,98. Analisis bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis. Penelitian menunjukkan bahwa 54,1% mahasiswi memiliki pengetahuan pada kategori sedang dan 87,2% memiliki perilaku kesehatan reproduksi baik, serta terdapat hubungan bermakna antara keduanya (p-value<0,001). Hal tersebut menunjukkan hubungan linear, semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswi, semakin baik perilaku kesehatan reproduksinya.
Copyrights © 2025