Internasional Diabetes Federation (IDF) menginformasikan bahwa jumlah penderita diabetes telah mencapai 537 juta dan angka prevalensi ini akan terus meningkat hingga mencapai 700 juta pada tahun 2045. Penderita DM sering mengalami stres, yang salah satunya dipengaruhi oleh penerimaan diri. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pedekatan cross-sectional. Populasinya seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Cibereum Hilir Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibereum Hilir Kota Sukabumi dengan sampel 140 responden melalui teknik proportional random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner, variabel penerimaan diri menggunakan Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) dengan nilai validitas r = 0,388 - 0,71 dan nilai reliabilitas a 0,766, dan untuk variabel stres menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan nilai a = 0,81. Analisis statistika menggunakan uji chi-square. penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki penerimaan diri tinggi dan sebagian besar memiliki stres ringan. Analisis chi-square diperoleh nilai p-value 0,012 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Adanya hubungan penerimaan diri dengan stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kelurahan Cibereum Hilir Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibereum Hilir Kota Sukabumi.
Copyrights © 2026