Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama, khususnya pada masyarakat dengan faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola konsumsi, aktivitas fisik, dan perilaku kesehatan. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, seperti pola konsumsi tinggi garam dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi, aktivitas fisik, dan perilaku kesehatan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir di wilayah kerja Puskesmas Sei Tualang Raso. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat pesisir dengan jumlah sampel sebanyak 225 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Variabel independen meliputi pola konsumsi, aktivitas fisik, dan perilaku kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi (OR = 3,225; p = 0,000), aktivitas fisik (OR = 2,679; p = 0,002), dan perilaku kesehatan (OR = 2,275; p = 0,006) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pola konsumsi merupakan faktor yang paling dominan (Exp(B) = 3,242; p = 0,001), diikuti oleh perilaku kesehatan (Exp(B) = 2,852; p = 0,001) dan aktivitas fisik (Exp(B) = 2,765; p = 0,004). Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir dipengaruhi oleh kombinasi faktor perilaku dan gaya hidup, dengan pola konsumsi sebagai determinan utama dalam model penelitian ini.
Copyrights © 2025