Rendahnya minat baca siswa, keterbatasan bahan bacaan, sinergisitas unsur sekolah dan masyarakat, serta lingkungan sekolah dalam mendukung gerakan literasi, perpustakaan sekolah yang kurang memadai, serta pembelajaran yang masih kurang maksimal dalam menerapkan gerakan literasi sekolah. Tujuan pengabdian ini untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan implementasi gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat gerakan literrasi model APTE melalui pelibatan guru dan tenaga perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa, dan evaluasi kegiatan pengabdian gerakan literasi sekolah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kebutuhan literasi: Pemahaman guru tentang literasi tergolong sedang (60% menyatakan baik), namun keterlibatan aktif dalam pembelajaran masih rendah (48%). Ketersediaan sumber bacaan di perpustakaan sekolah juga masih terbatas (36%). Implementasi GLS: Kegiatan pelatihan dan pendampingan berjalan efektif. Guru memperoleh keterampilan baru dalam strategi membaca dan menulis kreatif, sementara pustakawan mampu mengelola pojok baca dan katalog digital sederhana. Program membaca 15 menit serta lomba menulis berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan motivasi siswa. Respon peserta: Sebanyak 72% responden menilai kegiatan sangat bermanfaat, 20% menilai baik, dan sebagian kecil menilai cukup. Peserta juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam konten literasi digital.
Copyrights © 2026