Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Kompetensi Guru dalam Memahami Prinsip Penyusunan Soal Berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SMAN 2 Kota Bengkulu Catur Wulandari; Dika Zakiyah; Emi Agustina; Lazfihma Lazfihma
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.986

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan menganalisis penyusunan soal berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SMAN 2 Kota Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu guru memperkuat kompetensi pedagogik, khususnya dalam menyusun instrumen penilaian yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, analisis contoh soal, diskusi, dan praktik penyusunan soal HOTS. Data diperoleh melalui observasi dan angket evaluasi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep penyusunan soal HOTS berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 88,67%. Keberhasilan guru dalam menganalisis soal HOTS juga berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 86,0%, terutama dalam membedakan soal LOTS, MOTS, dan HOTS serta mengidentifikasi level kognitif C4–C6. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan mencapai rata-rata 87,3% dengan kategori sangat baik, meskipun pelaksanaan diskusi dan praktik masih berada pada kategori baik karena keterbatasan waktu. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun serta menganalisis soal berorientasi HOTS.
Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita di SMP Negeri 10 Kota Bengkulu Annisa Dinandya Syafira; Catur Wulandari; Padi Utomo
Jurnal Korpus Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v10i1.38009

Abstract

This research aims to determine classroom management in writing news texts using qualitative descriptive methods. In this research, there are six principles of classroom management which are aspects of observation, namely warmth and enthusiasm, challenge, variety, flexibility, emphasis on positive things and instilling self-discipline. Apart from that, there are five classroom management activities which are also aspects of observation, namely student arrangement, learning place arrangement, selection of learning media, facility arrangement and selection of forms of learning activities. The method used in this research is a qualitative descriptive method. Data collection techniques use observation techniques, video recording techniques, and interviews. The results of the research show that the ability of Indonesian language teachers at SMP Negeri 10 Bengkulu City in managing the class in learning to write news texts is quite good. Indonesian language teachers have tried to apply the principles of classroom management in learning to write news texts. However, there is still one of the six principles that has not been carried out or implemented optimally by teachers. The teacher has carried out class management activities well because the teacher has implemented the five activities in class management.
Pengabdian kepada Masyarakat melalui Gerakan Literasi Sekolah bagi Guru Bahasa Indonesia dan Tenaga Perpustakaan Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur Arono Arono; Irma Diani; Catur Wulandari; Nadrah Nadrah; Ade Sissca Villia
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.48519

Abstract

Rendahnya minat baca siswa, keterbatasan bahan bacaan, sinergisitas unsur sekolah dan masyarakat, serta lingkungan sekolah dalam mendukung gerakan literasi, perpustakaan sekolah yang kurang memadai, serta pembelajaran yang masih kurang maksimal dalam menerapkan gerakan literasi sekolah. Tujuan pengabdian ini untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan implementasi gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat gerakan literrasi model APTE melalui pelibatan guru dan tenaga perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa, dan evaluasi kegiatan pengabdian gerakan literasi sekolah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa  kebutuhan literasi: Pemahaman guru tentang literasi tergolong sedang (60% menyatakan baik), namun keterlibatan aktif dalam pembelajaran masih rendah (48%). Ketersediaan sumber bacaan di perpustakaan sekolah juga masih terbatas (36%). Implementasi GLS: Kegiatan pelatihan dan pendampingan berjalan efektif. Guru memperoleh keterampilan baru dalam strategi membaca dan menulis kreatif, sementara pustakawan mampu mengelola pojok baca dan katalog digital sederhana. Program membaca 15 menit serta lomba menulis berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan motivasi siswa. Respon peserta: Sebanyak 72% responden menilai kegiatan sangat bermanfaat, 20% menilai baik, dan sebagian kecil menilai cukup. Peserta juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam konten literasi digital.
Peningkatan HOTS Mahasiswa dengan Pendekatan Etnopedagogi pada Mata Kuliah Pembelajaran Sastra Meli Afrodita; Catur Wulandari; Emi Agustina
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 1 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.251.01

Abstract

This study aims to improve students' Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the Literature Learning course through the application of an ethnopedagogical approach. This study uses a classroom action research (CAR) design implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were obtained through tests, observations, interviews, and documentation. The results showed a significant increase in students' HOTS skills after the application of ethnopedagogy. The average score in cycle I was 76.26 (B+) with a completion rate of 32.35%, increasing in cycle II to 81.57 (A-) with a completion rate of 85.29%. Students were better able to analyze cultural values, conduct reflective evaluations, and produce more original, local culture-based creative works. This study concludes that the ethnopedagogical approach is effective in strengthening higher order thinking skills through contextual and culture-based literature learning.  Keywords: ethnopedagogy; HOTS; literature learning