Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi profesional guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur. Narasumber adalah seorang guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 35 Medan dengan pengalaman mengajar enam tahun yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya membangun kompetensi profesionalnya secara aktif melalui penerapan pendekatan inovatif seperti project-based learning dan discovery learning, penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang diawali asesmen diagnostik, serta pengintegrasian nilai Profil Pelajar Pancasila secara natural dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat delapan kendala utama yang masih dihadapi, yaitu kesulitan adaptasi terhadap kurikulum baru, pelatihan yang belum berbasis praktik, kesulitan penyusunan Modul Ajar, hambatan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, keterbatasan fasilitas inovatif, kesulitan menanamkan nilai Profil Pelajar Pancasila, beban administrasi yang tinggi, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Kendala yang paling dominan adalah beban administrasi yang berlebihan dan minimnya pelatihan berbasis praktik. Dukungan pemerintah berupa penyederhanaan administrasi, peningkatan kualitas pelatihan yang lebih kontekstual, dan penyediaan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi profesional guru secara optimal.
Copyrights © 2026