Tingkat Fenomena perkembangan pariwisata di Indonesia menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Hal ini terlihat pada Objek Wisata Pemandian Air Panas Mengeruda di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, yang memiliki potensi alam besar dan kontribusi signifikan terhadap PAD, namun masih menghadapi kendala sarana prasarana dan pengelolaan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengembangan pariwisata serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata Mengeruda dipengaruhi oleh potensi alam, partisipasi masyarakat, dan dukungan pemerintah. Integrasi kekuatan internal dengan peluang eksternal seperti promosi digital, kerja sama antarinstansi, dan penguatan kelembagaan dinilai mampu meningkatkan daya saing destinasi. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengembangan wisata melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pengelolaan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat berbasis CBT, optimalisasi promosi digital, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.
Copyrights © 2026