Instagram menjadi ruang digital yang dekat dengan kehidupan remaja karena tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga untuk menampilkan diri, mencari pengakuan, dan membandingkan kehidupan secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak negatif psikologis penggunaan Instagram terhadap perilaku remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review yang mengacu pada model Kitchenham dan Charters serta pelaporan PRISMA 2020. Data diperoleh dari 15 artikel ilmiah yang relevan dengan penggunaan Instagram/media sosial, dampak psikologis, dan perilaku remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dapat memicu social comparison melalui paparan foto, story, reels, filter, likes, komentar, dan jumlah pengikut. Social comparison berhubungan kuat dengan self-esteem dengan nilai r = 0,988 dan p = 0,000. Intensitas penggunaan Instagram juga berperan terhadap body dissatisfaction dengan p = 0,004 dan R² = 0,392. Dampak psikologis tersebut berkembang menjadi FoMO dan nomophobia yang berhubungan dengan phubbing sebesar r = 0,446 dan r = 0,395. Dengan demikian, penggunaan Instagram berdampak melalui alur bertahap: perbandingan sosial, tekanan psikologis, ketergantungan digital, dan perubahan perilaku remaja.
Copyrights © 2026