Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan keterampilan hidup guna meningkatkan kemandirian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pandangan naturalistrik. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, empat guru, dan tiga puluh anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data diterapkan dengan pendekatan tematik di mana data dikelompokkan berdasarkan tema yang relevan dengan fokus penelitian. Temuan studi menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan keterampilan hidup dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing anak. Kegiatan keterampilan hidup yang disediakan meliputi penguasaan merawat diri, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, makan dan minum secara mandiri, berpakaian sendiri, keterampilan sosial, dan keterampilan kerajinan sederhana. Sementara itu, faktor penghambat mencakup perbedaan kemampuan setiap anak, keterbatasan waktu untuk belajar, kurangnya konsistensi dalam Latihan di rumah, serta ketergantungan anak pada bantuan orang lain. Pelaksanaan kegiatan keterampilan kerajinan sederhana. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, ketersediaan fasilitas yang memadai, serta kerja sama yang baik.
Copyrights © 2026