Jurnal Masyarakat dan Desa
Vol 6 No 1 (2026): Mei

Disfungsi Adaptasi Dan Siklus Kemiskinan: Analisis Fungsionalisme Struktural Terhadap Pernikahan Usia Muda Pada Masyarakat Pedesaan Di Kabupaten Ngawi

Andre Azahria Setiawan (Universitas Negeri Surabaya)
Ahmad Ridwan (Universitas Negeri Surabaya)
Diyah Utami (Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

Meskipun angka pernikahan usia muda di Indonesia cenderung menurun setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik tersebut masih bertahan di berbagai wilayah pedesaan. Sebagian besar penelitian terdahulu menjelaskan pernikahan usia muda sebagai konsekuensi dari kemiskinan, rendahnya pendidikan, atau persoalan kesehatan reproduksi, sementara kajian yang menempatkannya sebagai bentuk disfungsi dalam sistem sosial masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pernikahan usia muda berfungsi sebagai bentuk disfungsi adaptasi dalam masyarakat pedesaan serta bagaimana praktik tersebut mereproduksi kemiskinan antargenerasi di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 12 informan yang terdiri atas pelaku pernikahan usia muda, orang tua, tokoh masyarakat, hakim Pengadilan Agama, dan petugas DP3AKB. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan perspektif fungsionalisme struktural Talcott Parsons dan Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia muda dipandang keluarga sebagai strategi adaptasi untuk mengurangi beban ekonomi rumah tangga. Namun, strategi tersebut hanya menghasilkan manfaat jangka pendek (fungsi manifes), sementara dalam jangka panjang memunculkan berbagai konsekuensi laten berupa terhentinya pendidikan, rendahnya kualitas modal manusia, terbatasnya akses terhadap pekerjaan formal, meningkatnya ketergantungan ekonomi pasangan muda, serta berlanjutnya reproduksi kemiskinan antargenerasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa norma sosial, stigma terhadap perempuan yang belum menikah, serta legitimasi budaya yang berkembang di masyarakat pedesaan memperkuat keberlangsungan praktik tersebut meskipun bertentangan dengan regulasi negara. Temuan penelitian menegaskan bahwa pencegahan pernikahan usia muda tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum, tetapi memerlukan penguatan ketahanan ekonomi keluarga, perluasan akses pendidikan, serta transformasi nilai sosial melalui keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JMD

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Masyarakat dan Desa is an open-access and peer-reviewed journal published by the Village Community Development Study Program, Yogyakarta "APMD" Village Community Development College. The PMD Study Program journal aims to facilitate scientific discussions related to the study. rural ...