Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi makna pantang larang Melayu pada generasi muda Sungai Guntung di era digital. Pantang larang sebagai salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu memiliki fungsi sebagai pedoman perilaku, sarana pendidikan moral, serta media pewarisan nilai-nilai budaya. Namun, perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang semakin terbuka telah memengaruhi cara generasi muda memahami dan memaknai tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap generasi muda serta tokoh masyarakat yang memahami tradisi pantang larang Melayu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Sungai Guntung cenderung memaknai pantang larang Melayu sebagai nasihat yang mengandung nilai moral dan pendidikan, bukan lagi sebagai aturan adat yang bersifat sakral. Meskipun demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dianggap relevan dalam kehidupan bermasyarakat.
Copyrights © 2026