Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan bagian-bagian Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung yang meliputi tata rias wajah, tata rias rambut, aksesori, dan busana; serta (2) Mengetahui makna filosofis dari setiap bagian pada Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, mengingat data yang disajikan bersifat naratif dan tidak melibatkan perhitungan statistik. Teknik analisis data dilakukan melalui enam tahapan sistematis, yaitu observasi awal, pengkajian referensi, penyusunan instrumen, pengambilan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan daerah lain di Bali, yang berakar pada pakem Tata Rias Agra. Komponen tata rias wajah meliputi penggunaan srinata, sedangkan tata rias rambut menggunakan sanggul kletek mandel dengan hiasan bunga sari konta dan bunga segar lainnya. Pada aspek busana, penggunaan kain prada atau kain songket dengan teknik melelancingan bagi pria serta penggunaan aksesori seperti subeng, sabuk bebekeng, dan keris menjadi elemen kunci. Setiap bagian tersebut bukan sekadar hiasan estetika, melainkan memiliki makna simbolis yang mendalam sebagai representasi nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Klungkung.
Copyrights © 2026