Ni Ketut Widiartini
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAWATAN JENIS KULIT WAJAH BERJERAWAT PADA MATA KULIAH PERAWATAN DENGAN TEKNOLOGI BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN I Gex Ayu Mas Agei Hirdayani Putri Yuliani; Ni Ketut Widiartini; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.110062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video tutorial perawatan jenis kulit wajah berjerawat pada Mata Kuliah Perawatan dengan Teknologi sebagai upaya menyediakan media pembelajaran yang informatif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Konsentrasi Tata Kecantikan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, dilakukan identifikasi kebutuhan mahasiswa terhadap media pembelajaran yang mampu menjelaskan prosedur perawatan wajah berjerawat secara sistematis. Tahap desain menghasilkan storyboard dan naskah video yang memuat struktur pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, hingga penutup. Pada tahap pengembangan, video tutorial diproduksi melalui penggabungan gambar, rekaman suara, dan animasi menggunakan perangkat lunak pengeditan video. Produk awal kemudian divalidasi oleh empat ahli, terdiri atas dua ahli materi dan dua ahli media, untuk menilai kesesuaian isi, tampilan, dan penyajian. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba kelompok kecil yang melibatkan enam mahasiswa untuk mengetahui respons pengguna terhadap kualitas media. Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli materi memberikan rata-rata penilaian sebesar 95,6%, sedangkan ahli media memberikan rata-rata 95,3%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh rata-rata 97,5% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, media video tutorial perawatan jenis kulit wajah berjerawat dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada Mata Kuliah Perawatan dengan Teknologi dan berpotensi meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap prosedur perawatan berbasis teknologi.
PENGEMBANGAN BUSANA CASUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN TEKNIK PATCHWORK DAN SULAMAN SASHIKO Ni Kadek Feby Diantari; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.110527

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan busana casual dengan memanfaatkan teknik patchwork dan sulaman sashiko berbahan kearifan lokal melalui model PPE (Perencanaan, Produksi, Evaluasi). Pada tahap perencanaan, fokus diarahkan pada penciptaan konsep busana yang sederhana, nyaman, relevan dengan tren mode kontemporer, sekaligus mempertahankan nilai budaya. Tahap produksi menghasilkan busana dengan detail patchwork dari potongan kain lokal serta sulaman sashiko yang rapi dan artistik, sehingga tidak hanya menonjolkan estetika tetapi juga menghadirkan narasi budaya dan prinsip keberlanjutan. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengujian produk oleh dua ahli busana serta presentasi di depan subjek uji coba. Subjek penelitian terdiri atas dua orang ahli berpengalaman dalam pengembangan busana. Hasil uji menunjukkan bahwa produk memiliki kualitas baik dengan persentase 89,5%, menegaskan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Kualitas ini tercermin dari aspek kesatuan melalui perpaduan warna, tekstur, desain, patchwork, dan sulaman sashiko yang serasi. Keseimbangan teknik, hiasan, serta visual antara atasan dan bawahan. Irama yang konsisten dalam susunan motif dan penerapan teknik. Proporsi busana yang seimbang dan sesuai tubuh pemakai. Harmoni antara tekstur, motif, warna, dan bentuk desain. Serta aksen patchwork dan sulaman sashiko yang ditempatkan strategis sebagai titik fokus visual. Secara keseluruhan, busana tampak proporsional, selaras, dan memiliki daya tarik estetis yang kuat, sekaligus memperlihatkan potensi pengembangan produk berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGAMBAR PROPORSI TUBUH WANITA BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MATA KULIAH ILUSTRASI BUSANA Ni Ketut Eriska Arinta Putri; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.111945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan serta menguji kualitas media video pembelajaran animasi pada materi menggambar proporsi tubuh wanita bagi mahasiswa Program Studi Tata Busana di Universitas Pendidikan Ganesha. Kurangnya media visual yang dinamis dalam perkuliahan Ilustrasi Busana menjadi latar belakang utama dilaksanakannya penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan sistematis, yaitu: Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian melibatkan 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi, serta 6 orang mahasiswa Tata Busana yang telah menempuh mata kuliah Ilustrasi Busana untuk uji coba kelompok kecil. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap development, media dinyatakan sangat baik berdasarkan hasil validasi para ahli.Penilaian dari ahli materi memperoleh rata-rata skor 96% yang ditinjau dari aspek tujuan pembelajaran, penyampaian, relevansi, dan pemilihan materi. Penilaian dari ahli media memperoleh rata-rata skor 98% yang mencakup aspek tampilan, bahasa, tipografi, audio, kemanfaatan, dan pemrograman. Selanjutnya, hasil uji coba kelompok kecil memperoleh skor rata-rata 98% berdasarkan aspek materi, tampilan, pengoperasian, dan manfaat. Berdasarkan hasil perolehan tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk video animasi menggambar proporsi tubuh wanita media dinyatakan sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dalam mata kuliah Ilustrasi Busana.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PAYAS MADYA GAYA KLUNGKUNG Ni Luh Kharisma Dewi; Ni Ketut Widiartini; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.113952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan bagian-bagian Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung yang meliputi tata rias wajah, tata rias rambut, aksesori, dan busana; serta (2) Mengetahui makna filosofis dari setiap bagian pada Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, mengingat data yang disajikan bersifat naratif dan tidak melibatkan perhitungan statistik. Teknik analisis data dilakukan melalui enam tahapan sistematis, yaitu observasi awal, pengkajian referensi, penyusunan instrumen, pengambilan data, analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Payas Pengantin Madya Gaya Klungkung memiliki karakteristik unik yang membedakannya dengan daerah lain di Bali, yang berakar pada pakem Tata Rias Agra. Komponen tata rias wajah meliputi penggunaan srinata, sedangkan tata rias rambut menggunakan sanggul kletek mandel dengan hiasan bunga sari konta dan bunga segar lainnya. Pada aspek busana, penggunaan kain prada atau kain songket dengan teknik melelancingan bagi pria serta penggunaan aksesori seperti subeng, sabuk bebekeng, dan keris menjadi elemen kunci. Setiap bagian tersebut bukan sekadar hiasan estetika, melainkan memiliki makna simbolis yang mendalam sebagai representasi nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Klungkung.
PERKEMBANGAN BATIK SASAMBO DI DESA PRINGGASELA SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Sopia Nur Hidayah; Ni Ketut Widiartini; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.114747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan Batik Sasambo serta perkembangan motif Batik Sasambo di Desa Pringgasela Selatan Kabupaten Lombok Timur NTB. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam pengumpulan data. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data  meliputi observasi dan wawancara. Instrument penelitian yang digunakan meliputi pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian sebagaiberikut 1) Proses pembuatan Batik Sasambo secara umum memiliki kesamaan dengan teknik batik pada umumnya yakni menggunakan teknik kombinasi antara tulis dan cap. Tahapan produksi meliputi perancangan motif, pencantingan, pewarnaan bertahap, hingga pelorodan dan finishing. 2) Perkembangan motif batik Sasambo yang berawal dari motif lumbung, motif perisaian, motif gendang bleq, motif kangkung, motif nyale, dan motif ares yang sederhana dan berakar pada budaya lokal berkembang menjadi lebih variatif dan inovatif, seperti motif bebetulak, motif reragian, motif besopok, motif gunung, motif lontar, motif lomboq buaq, dan motif seribu masjid. Perkembangan ini mencerminkan kreativitas pengerajin dalam mempertahankan nilai tradisi sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
PENGEMBANGAN BUSANA PESTA MALAM DENGAN SUMBER IDE BUNGA DANDELION Mirta Arsela Pitaloka; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i3.104863

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1)  Mengetahui proses pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide bunga dandelion; 2) Mengetahui kualitas hasil busana pesta malam dengan sumber ide bunga dandelion. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model PPE. Proses pengembangan model PPE terdiri dari tiga tahapan penelitian yakni: perencanaan (planning), produksi (production), evaluasi (evaluation). Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar kuisioner 16 butir yang telah diuji validitasnya oleh ahli instrumen. Hasil yang diperoleh dari penilaian kedua responden ahli busana, kemudian hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Proses pembuatan busana pesta malam dengan sumber ide bunga dandelion. Tahapan pertama perencanaan meliputi proses analisis konsep busana pesta malam. Kemudian, proses pembuatan rancangan desain busana dan rancangan bahan busana pesta malam. Selanjutnya, tahap produksi meliputi proses memotong bahan, menjahit busana pesta malam, dan melakukan evaluasi hingga tahap finishing. Selanjutnya, tahap evaluasi yakni tahap kualitas hasil pengembangan busana pesta malam yang dilakukan dengan uji produk melalui penilaian dua orang ahli busana; 2) Kualitas produk busana pesta malam dari ahli busana mendapatkan hasil rata-rata presentase 87,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan busana pesta malam dengan sumber ide bunga dandelion termasuk dalam kualitas yang baik.
IDENTIFIKASI TATA RIAS WAJAH, BUSANA, DAN AKSESORIS TARI TRUNAJAYA DI KABUPATEN BULELENG KOTA SINGARAJA Ni Putu Rina Maharani; Putu Agus Mayuni; Ni Ketut Widiartini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i3.105025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas tata rias wajah, busana, dan aksesoris pada Tari Trunajaya di Kabupaten Buleleng, serta menggali makna yang terkandung di dalamnya. Latar belakang penelitian ini didasarkan atas masih kurangnya pemahaman penari dan perias terhadap keaslian elemen-elemen tersebut dalam pertunjukan Tari Trunajaya, yang merupakan warisan budaya penting Bali. Penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan narasumber utama ahli tari dan penata rias yang berpengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias wajah Tari Trunajaya memiliki keunikan berupa perpaduan riasan wajah putra dan putri, yang menonjolkan karakter keras, lincah, dan dinamis. Riasan menggunakan kombinasi warna biru, merah, kuning, dan putih pada area mata, serta penambahan gecek putih di dahi dan alis sebagai simbol kebebasan dari ikatan sosial. Busana Tari Trunajaya didominasi oleh kain prada, prada ungu bermotif wajik pada udeng sebagai lambang kewibawaan dan tujuan hidup. Aksesoris seperti bunga sandat emas, gelang kana, dan rumbing memperkuat identitas budaya dan memperindah penampilan penari. Penelitian ini mempertegas pentingnya pelestarian keaslian tata rias, busana, dan aksesoris dalam menjaga eksistensi Tari Trunajaya di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial budaya.