Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata edukasi berbasis kearifan lokal di Desa Dukuh melalui aktivitas produksi arak bali sebagai daya tarik wisata. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik produksi tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang memiliki nilai edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengrajin arak dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan komponen daya tarik wisata, yaitu something to see, something to do, dan something to buy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh terletak pada keautentikan proses produksi arak yang masih tradisional. Aspek something to see tercermin dari rangkaian proses penyadapan hingga penyulingan, dari aspek something to do berupa keterlibatan wisatawan dalam proses produksi dan pengalaman mencicipi, serta something to buy dalam bentuk produk arak sebagai oleh-oleh khas. Secara kritis, kekuatan utama terletak pada nilai kearifan lokal dan keaslian praktik, namun dibatasi oleh kelemahan dalam aspek pengelolaan, keselamatan kerja, dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, peluang muncul dari tren wisata edukasi, sementara ancaman berasal dari faktor alam dan persaingan destinasi sejenis. Temuan ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh bersifat kontekstual, bergantung pada kemampuan mempertahankan keaslian sekaligus merespons keterbatasan yang ada.
Copyrights © 2026