Made Riki Ponga Kusyanda
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK PADA MATA KULIAH FLORIST Ni Made Dwi Yanti; Made Riki Ponga Kusyanda; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.111582

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam proses pembelajaran dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran. Mata Kuliah Florist pada Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Pariwisata merupakan mata kuliah baru dalam Kurikulum 2024 yang menuntut penguasaan teori, visual, dan keterampilan praktik secara terpadu. Namun, mata kuliah ini belum didukung oleh media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berupa flipbook digital pada Mata Kuliah Florist sebagai tahap pendefinisian dalam model pengembangan 4-D. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptip kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap dosen pengampu mata kuliah Florist dan penyebaran kuesioner kepada enam belas mahasiswa semester lima. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran dan tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mata Kuliah Florist memerlukan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teks, gambar, dan video secara terstruktur untuk mendukung pemahaman teori dan keterampilan praktik. Hasil kuesioner menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 95% yang berada pada kategori sangat tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran digital yang lebih inovatif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan flipbook digital sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Mata Kuliah Florist.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ROOM SECTION PADA MATA PELAJARAN HOUSEKEEPING KELAS XI SMK NEGERI 1 GEROKGAK Vika Oktavyan; Damiati; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.111979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis flipbook pada materi room section mata pelajaran Housekeeping kelas XI di SMK Negeri 1 Gerokgak. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya pemanfaatan media pembelajaran digital yang inovatif sehingga berdampak pada kurangnya minat dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang bersifat praktikal dan visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, dan ahli desain pembelajaran sebagai validator produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi dengan skala Likert, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis flipbook yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 96,15% dari ahli materi, 96,37% dari ahli media, dan 99,34% dari ahli desain pembelajaran, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis flipbook layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung pada mata pelajaran Housekeeping, khususnya materi room section, serta berpotensi meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar peserta didik.
KAJIAN LITERATUR ANALISIS DESTINASI WISATA BERDASARKAN KOMPONEN 4A Komang Herna Cahyanti; Made Riki Ponga Kusyanda; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.112248

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan wilayah. Destinasi wisata sebagai inti dari aktivitas pariwisata memerlukan analisis yang sistematis untuk memahami kondisi dan tingkat kesiapannya. Salah satu kerangka yang banyak digunakan dalam menganalisis destinasi wisata adalah komponen 4A, yang terdiri atas attraction, accessibility, amenities, dan ancillary services. Meskipun telah banyak penelitian yang menggunakan kerangka 4A, hasil penelitian tersebut masih tersebar dalam berbagai studi dengan konteks yang berbeda sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komponen 4A digunakan dalam menggambarkan kondisi destinasi wisata berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan sumber data berupa lima belas artikel ilmiah yang yang termuat dalam jurnal pada rentang tahun 2021 hingga 2026 dan diperoleh melalui penelusuran Google Scholar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan identifikasi, pengelompokan, dan sintesis temuan berdasarkan masing-masing komponen. Hasil kajian menunjukkan bahwa attraction merupakan komponen paling dominan dan umumnya menjadi kekuatan utama destinasi. Komponen accessibility pada banyak destinasi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan, transportasi, dan informasi lokasi. Amenities menunjukkan variasi ketersediaan dan kualitas fasilitas antar destinasi, sedangkan ancillary services umumnya telah tersedia namun efektivitas pengelolaannya masih belum optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa kerangka 4A mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi dan tingkat kesiapan destinasi wisata, serta memperlihatkan bahwa keterpaduan antarkomponen merupakan faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi secara optimal.
POTENSI EDUCATION TOURISM BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI MINUMAN TRADISIONAL ARAK LONTAR DI DESA DUKUH KARANGASEM Ni Nyoman Suryani; Risa Panti Ariani; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.114770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata edukasi berbasis kearifan lokal di Desa Dukuh melalui aktivitas produksi arak bali sebagai daya tarik wisata. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik produksi tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang memiliki nilai edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengrajin arak dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan komponen daya tarik wisata, yaitu something to see, something to do, dan something to buy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh terletak pada keautentikan proses produksi arak yang masih tradisional. Aspek something to see tercermin dari rangkaian proses penyadapan hingga penyulingan, dari aspek something to do berupa keterlibatan wisatawan dalam proses produksi dan pengalaman mencicipi, serta something to buy dalam bentuk produk arak sebagai oleh-oleh khas. Secara kritis, kekuatan utama terletak pada nilai kearifan lokal dan keaslian praktik, namun dibatasi oleh kelemahan dalam aspek pengelolaan, keselamatan kerja, dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, peluang muncul dari tren wisata edukasi, sementara ancaman berasal dari faktor alam dan persaingan destinasi sejenis.  Temuan ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh bersifat kontekstual, bergantung pada kemampuan mempertahankan keaslian sekaligus merespons keterbatasan yang ada.