Risa Panti Ariani
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK PADA MATA KULIAH FLORIST Ni Made Dwi Yanti; Made Riki Ponga Kusyanda; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.111582

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam proses pembelajaran dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran. Mata Kuliah Florist pada Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Pariwisata merupakan mata kuliah baru dalam Kurikulum 2024 yang menuntut penguasaan teori, visual, dan keterampilan praktik secara terpadu. Namun, mata kuliah ini belum didukung oleh media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berupa flipbook digital pada Mata Kuliah Florist sebagai tahap pendefinisian dalam model pengembangan 4-D. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptip kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap dosen pengampu mata kuliah Florist dan penyebaran kuesioner kepada enam belas mahasiswa semester lima. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran dan tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mata Kuliah Florist memerlukan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teks, gambar, dan video secara terstruktur untuk mendukung pemahaman teori dan keterampilan praktik. Hasil kuesioner menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 95% yang berada pada kategori sangat tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran digital yang lebih inovatif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan flipbook digital sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Mata Kuliah Florist.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PRODUK MACARON BERBASIS TEPUNG KEDELAI LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF TEPUNG ALMOND Malika Visca; Risa Panti Ariani; Ni Wayan Sukerti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.111984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik organolepik macaron dengan alternatif tepung kedelai lokal sebagai pengganti tepung almond berdasarkan atribut bentuk, warna aroma, tekstur, dan rasa, serta (2) mendeskripsikan perbedaan signifikan antara macaron dengan tepung almond dan macaron dengan alternatif tepung kedelai lokal berdasarkan hasil penilaian organoleptik. Metode yang digunakan adalah analisis statistik inferensial (uji non-parametrik) untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua sampel. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan, yaitu kontrol/M1 (menggunakan tepung almond) dan perlakuan/M2 (menggunakan tepung kacang kedelai lokal), yang dinilai oleh 30 panelis terlatih dengan randomisasi (kelompok 1 dan kelompok 2). Atribut penilaian meliputi bentuk, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf signifikan 0,05. Hasil menunjukkan bahwa: (1) M1 memperoleh penilaian pada kategori “sangat baik” dan M2 memperoleh penilaian pada kategori “baik”. (2) terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) pada atribut warna dan tekstur, sementara pada atribut bentuk, aroma, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Dengan demikian, tepung kedelai lokal berpotensi sebagai alternatif pengganti tepung almond dalam pembuatan macaron. Penggunaan bahan lokal ini juga mendukung upaya diversifikasi pangan, penguatan bahan baku dalam negeri, serta keberlanjutan industri kuliner.
UJI ORGANOLEPTIK KUE SEMPRONG DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Shariatul Janah; Risa Panti Ariani; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.112620

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pengembangan produk pangan tradisional melalui inovasi bahan lokal yang tetap mempertahankan penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formulasi kue semprong dan tingkat kesukaan konsumen terhadap kue semprong dengan penambahan buah nangka (Artocarpus heterophyllus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Panelis dalam penelitian ini berjumlah 50 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang berperan sebagai panelis konsumen tidak terlatih. Pengumpulan data dilakukan melalui uji hedonik menggunakan skala lima untuk menilai aspek tekstur, warna, aroma, dan rasa. Data dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata yang kemudian dikonversi ke dalam kategori tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kue semprong terdiri atas dua perlakuan, yaitu penambahan puree nangka sebesar 25 persen sebanyak 75 gram dan 50 persen sebanyak 150 gram dengan formulasi dasar yang sama. Formulasi dasar terdiri atas 300 gram tepung beras, tiga butir telur, 160 gram gula pasir, 200 mililiter santan kental, 50 gram margarin, garam, dan emulsifier. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian berada pada kategori sangat suka, meskipun pada aspek aroma terdapat indikator yang berada pada kategori suka. Formulasi 50 persen menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih tinggi dibandingkan formulasi 25 persen, terutama pada aspek tekstur, aroma, dan rasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi penambahan buah nangka sebesar 50 persen merupakan formulasi paling optimal karena mampu meningkatkan karakteristik sensori kue semprong tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen.
SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF DALAM PEMBUATAN KUE KEMBANG GOYANG DENGAN EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI PEWARNA ALAMI Puspita Rosanti; Risa Panti Ariani; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.114675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) formulasi kue kembang goyang dengan substitusi tepung mocaf dengan penambahan ekstrak daun kelor sebagai pewarna alami; dan 2) tingkat kesukaan panelis terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menyebarkan lembar uji kesukaan kepada masyarakat (konsumen). Data kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) formulasi kue kembang goyang yaitu 75 gram tepung mocaf, 25 gram tepung beras, 45 gram gula pasir, 60 gram telur, 1 gram garam, 100 ml santan, dan 50 ml ekstrak daun kelor; 2) hasil uji kesukaan panelis menunjukkan bahwa dari aspek warna hijau sedikit kecoklatan memperoleh nilai rata-rata 4,7 (sangat suka), dari aspek tekstur renyah 4,7 (sangat suka), dari aspek tekstur ringan 4,6 (sangat suka), dari aspek aroma santan khas daun kelor 4,2 (suka), dari aspek rasa manis 4,3 (sangat suka), dari aspek rasa gurih 4,5 (sangat suka), dari aspek rasa yang tertinggal setelah ditelan 4,1 (suka), dan dari aspek bentuk menyerupai bunga 4,8 (sangat suka). Secara keseluruhan, kue kembang goyang dengan substitusi tepung mocaf dan penambahan ekstrak daun kelor sebagai pewarna alami termasuk dalam kategori disukai hingga sangat disukai dan berpotensi menjadi produk inovatif yang diterima oleh masyarakat.
POTENSI EDUCATION TOURISM BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI MINUMAN TRADISIONAL ARAK LONTAR DI DESA DUKUH KARANGASEM Ni Nyoman Suryani; Risa Panti Ariani; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.114770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata edukasi berbasis kearifan lokal di Desa Dukuh melalui aktivitas produksi arak bali sebagai daya tarik wisata. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik produksi tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang memiliki nilai edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengrajin arak dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan komponen daya tarik wisata, yaitu something to see, something to do, dan something to buy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh terletak pada keautentikan proses produksi arak yang masih tradisional. Aspek something to see tercermin dari rangkaian proses penyadapan hingga penyulingan, dari aspek something to do berupa keterlibatan wisatawan dalam proses produksi dan pengalaman mencicipi, serta something to buy dalam bentuk produk arak sebagai oleh-oleh khas. Secara kritis, kekuatan utama terletak pada nilai kearifan lokal dan keaslian praktik, namun dibatasi oleh kelemahan dalam aspek pengelolaan, keselamatan kerja, dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, peluang muncul dari tren wisata edukasi, sementara ancaman berasal dari faktor alam dan persaingan destinasi sejenis.  Temuan ini menunjukkan bahwa potensi wisata edukasi di Desa Dukuh bersifat kontekstual, bergantung pada kemampuan mempertahankan keaslian sekaligus merespons keterbatasan yang ada.
LITERASI GIZI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA Jihan Dava Meina; Cokorda Istri Raka Marsiti; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.115258

Abstract

Ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. Di Indonesia, tantangan dalam mencapai ketahanan keluarga yang optimal masih cukup kompleks, termasuk tingginya prevalensi beban ganda malnutrisi (stunting, wasting, dan obesitas) serta rendahnya tingkat literasi keuangan. Kedua masalah ini saling berkaitan erat; keterbatasan pemahaman gizi menyebabkan alokasi sumber daya yang kurang tepat, sementara pengelolaan keuangan yang buruk membatasi akses keluarga terhadap makanan bergizi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual hubungan antara literasi gizi dan pengelolaan keuangan keluarga serta merumuskan strategi integratif untuk memperkuat ketahanan keluarga. Metode yang digunakan adalah studi literatur komprehensif dari berbagai sumber ilmiah, termasuk hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pembahasan difokuskan pada definisi dan dimensi ketahanan keluarga, peran strategis ibu dalam pengelolaan rumah tangga, pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku finansial, serta kontribusi literasi gizi terhadap status kesehatan keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi yang memisahkan pendidikan gizi dan pendidikan keuangan cenderung kurang efektif. Strategi penguatan ketahanan keluarga memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup perencanaan anggaran pangan berbasis gizi, pemanfaatan pangan lokal, pengelolaan utang secara produktif, serta pembentukan komunitas belajar. Program “SEHATI” dan “SEGARATA” menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara kedua literasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga secara signifikan. Kesimpulannya, integrasi literasi gizi dan pengelolaan keuangan keluarga merupakan strategi kunci dalam membangun ketahanan keluarga yang berkelanjutan.