Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep keesaan Tuhan dalam lirik lagu “Satu” karya Dewa 19 melalui perspektif Akhlak Tasawuf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika sufistik. Hermeneutika Paul Ricoeur digunakan sebagai kerangka analisis melalui tahapan explanation, interpretation, dan appropriation, sedangkan konsep tauhid haqiqi, fana, dzikir, dan mahabbah digunakan sebagai horizon interpretasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keesaan Tuhan dalam lirik direpresentasikan melalui pengalaman spiritual yang disampaikan secara simbolik. Verse 1 merepresentasikan tauhid haqiqi dan fana melalui identifikasi diri dengan entitas “-Mu”. Chorus menunjukkan dzikir dan mahabbah melalui pengulangan penyebutan nama dan pemusatan orientasi batin. Sementara itu, Verse 2 menunjukkan relasi tindakan manusia dengan sumber keberadaan. Tahap appropriation menunjukkan bahwa keesaan Tuhan dimaknai sebagai kesadaran spiritual yang membentuk cara manusia memahami diri dan menjalani kehidupan.
Copyrights © 2026