Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan bentuk kesalahan berbahasa yang termasuk lapse, error, dan mistake, serta faktor penyebab kesalahan berbahasa dalam grup WhatsApp wali kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Busungbiu. Masalah utama yang diangkat adalah maraknya penyimpangan kaidah bahasa Indonesia dalam interaksi antara siswa dan guru yang dipicu oleh pola komunikasi instan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kesalahan berbahasa model Norish dan Corder, yaitu lapse, error, dan mistake. Data penelitian berupa 109 kutipan pesan singkat yang diperoleh melalui teknik simak dan catat, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori lapse, error, dan mistake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terletak pada jenis mistake yaitu pengabaian kaidah Bahasa baku demi efisiensi waktu. Ditemukan pula fenomena hibriditas linguistik berupa interferensi bahasa Bali (suksma, nggih, tiang) yang digunakan sebagai strategi pragmatis kesantunan lokal. Faktor penyebab kesalahan diidentifikasi berasal dari aspek mekanik perangkat (adjacent key error), prinsip ekonomi bahasa demi efisiensi respons, serta fosilisasi linguistik akibat minimnya koreksi formal dalam ruang digital. Simpulan penelitian ini menegaskan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk menjembatani celah antara efisiensi komunikasi instan dengan kepatuhan terhadap norma bahasa formal.
Copyrights © 2026