Latar Belakang: Kota Jayapura menghadapi tantangan beban ganda penyakit (double burden of disease), yaitu kondisi ketika penyakit menular dan penyakit tidak menular terjadi secara bersamaan. Malaria masih menjadi penyakit endemis utama, sementara hipertensi menunjukkan peningkatan yang menandakan terjadinya transisi epidemiologi. Kondisi ini memerlukan pendekatan kebijakan kesehatan yang terintegrasi berbasis wilayah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penyakit menular dan penyakit tidak menular berdasarkan wilayah distrik di Kota Jayapura pada Triwulan I Tahun 2026 sebagai dasar perumusan kebijakan kesehatan yang terintegrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional berbasis data sekunder. Data penelitian bersumber dari laporan kasus penyakit Triwulan I Tahun 2026 yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Unit analisis meliputi 5 distrik, 14 puskesmas, dan 25 kelurahan di Kota Jayapura. Variabel yang dianalisis meliputi malaria, faringitis, dan hipertensi. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, proporsi, dan perbandingan antarwilayah. Hasil: Tercatat sebanyak 19.370 kasus penyakit selama periode Januari–Maret 2026. Malaria merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 9.251 kasus (47,76%), diikuti hipertensi sebanyak 5.790 kasus (29,89%) dan faringitis sebanyak 4.329 kasus (22,35%). Distrik Abepura memiliki beban kasus tertinggi dengan 4.838 kasus (24,98%), disusul Distrik Heram sebanyak 4.023 kasus (20,77%), Distrik Jayapura Selatan sebanyak 3.615 kasus (18,66%), Distrik Muara Tami sebanyak 3.497 kasus (18,05%), dan Distrik Jayapura Utara sebanyak 3.397 kasus (17,54%). Kesimpulan: Kota Jayapura sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan tingginya kasus malaria dan meningkatnya hipertensi secara bersamaan. Diperlukan kebijakan kesehatan yang terintegrasi melalui penguatan surveilans berbasis wilayah, pengendalian malaria, serta pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi
Copyrights © 2026