Penggunaan game online yang berlebihan pada anak usia sekolah dasar dapat mengganggu konsentrasi belajar, interaksi sosial, dan pola tidur. Penelitian ini mengkaji efektivitas teknik token economy dalam menurunkan durasi bermain game online pada seorang anak laki-laki berusia 11 tahun (kelas V SD) yang menunjukkan kecenderungan kecanduan game online. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas teknik token economy dalam menurunkan durasi bermain game online pada anak usia sekolah dasar serta mendeskripsikan perubahan aktivitas pengganti yang muncul selama intervensi. Metode. Penelitian menggunakan desain Single Subject Research (SSR) model A-B-A dengan teknik Applied Behavior Analysis (ABA), terdiri dari fase baseline 1 (7 hari), intervensi token economy (7 hari), dan baseline 2/withdrawal. Data durasi bermain game dicatat harian melalui observasi dan laporan diri subjek. Hasil. Rata-rata durasi bermain pada fase baseline sebesar 243 menit/hari, menurun signifikan selama fase intervensi dengan pengurangan harian antara 10–359 menit dan total perolehan 31,5 token. Subjek juga menunjukkan peningkatan aktivitas pengganti yang adaptif, seperti belajar, bersepeda, dan membantu orang tua. Kesimpulan. Token economy efektif sebagai intervensi perilaku sederhana untuk menurunkan kecenderungan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar.
Copyrights © 2026