Mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Pemerintah Desa Parakan Jaya dalam mensosialisasikan Program SAMISADE kepada Masyarakat agar program pembangunan infrastruktur dapat dipahami dan berjalan dengan baik. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitan kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang dikembangkan dalam ilmu sosial untuk memungkinkan peneliti mempelajari fenomena sosial dan budaya. Penelitian kualitatif adalah pendekatan induktif dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman individu atau kelompok. Ini mengacu pada informasi yang biasanya tidak dalam bentuk angka. Hasil penelitian menunjukan penyampaian informasi terkait program SAMISADE kepada masyarakat desa melibatkan kepala desa, sekretaris desa dan perangkat desa sebagai komunikator utama. Pemanfaatan berbagai media komunikasi seperti musyawarah desa, media sosial, media online, spanduk, dan website desa. Penelitian menunjukan efek dari srategi komunikasi yang dilakukan oleh Desa Parakanjaya adalah meningkatnya pemahaman masyarakat, terciptanya transparansi, dan meminimalisir misinformasi terkait program SAMISADE. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang melibatkan masyarakat secara langsung dan memanfaatkan berbagai media komunikasi dapat meningkatkan efektivitas sosialisasi program pemerintah desa. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa lain dalam menyampaikan informasi pembangunan agar lebih transparan, partisipatif, dan mampu mengurangi kesalahpahaman masyarakat. Fokus kajian mengenai strategi komunikasi Pemerintah Desa Parakan Jaya dalam mensosialisasikan Program SAMISADE dengan menggunakan pendekatan teori komunikasi Lasswell (Who, Say What, In Which Channel, To Whom, With What Effect). Penelitian ini juga mengangkat konteks lokal pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Bogor yang belum banyak dikaji secara khusus dalam perspektif strategi komunikasi pemerintahan.
Copyrights © 2026